Menelusuri Jejak Sejarah Titik Pangkal Gaya Berat Indonesia DG.0 di Museum Geologi

Survei geofisika menggunakan metode gaya berat dilaksanakan untuk kepentingan ilmiah kebumian, mitigasi bencana geologi, serta tata kelola industri sumber daya mineral dan energi. Kegiatan ini memerlukan titik acuan sebagai dasar pengikatan data lapangan. Di Indonesia, referensi nilai gaya berat pertama kali ditetapkan pada tahun 1971 di titik DG.0 (Direktorat Geologi 0) yang berlokasi di Museum Geologi, Bandung. Lokasi tersebut dipilih karena posisinya berada di dalam kawasan pusat kegiatan penyelidikan kebumian di Indonesia pada saat itu. Selanjutnya, titik DG.0 menjadi acuan jalur kalibrasi gravimeter Bandung–Gunung Tangkuban Parahu. Keberadaan titik pangkal tersebut menjadi tonggak sejarah perkembangan metode gravitasi di Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pemetaan geologi regional, identifikasi struktur bawah permukaan, eksplorasi komoditas mineral dan energi, serta penyusunan basis data untuk mitigasi bencana geologi.


Titik referensi DG.0 yang berada di kawasan Museum Geologi, Bandung.

Pada Agustus–September 1976 dan November–Desember 1977, dilaksanakan program kerja sama antara Direktorat Geologi dan Department of Geophysics, University of New England, Australia. Program ini bertujuan menghubungkan titik DG.0 dengan jaringan internasional gaya berat yaitu International Gravity Standardization Net 1971 (IGSN71) yang diturunkan dari titik pangkal gravitasi di Singapura dan Sydney. Nilai gaya berat terukur di titik DG.0 adalah 977.976,38 mGal, dengan posisi koordinat 6°53,9' LS dan 107°37.9' BT pada ketinggian 718.0 m. Titik DG.0 tersebut kemudian digunakan sebagai referensi untuk menurunkan 63 titik pangkal gaya berat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.


Jaringan Titik Pangkal Gaya Berat Regional, terikat ke dalam ISGN71 (Adkins et al., 1978)

Pada bulan November 2002, dilakukan pengukuran nilai gaya berat absolut pertama di Indonesia melalui kerja sama antara Departement of Geophysics, Kyoto University dengan Divisi Panas Bumi, Direktorat Inventarisasi Mineral, Kementerian ESDM. Lokasi titik ini juga terdapat di Museum Geologi yang berdekatan dengan titik DG.0. Nilai gaya berat absolut yang terukur adalah 977976.398 mGal (Fukuda, dkk., 2004).


Titik Gravitasi Absolut Pertama Indonesia (Museum Geologi, Bandung, 2002)

Pengukuran nilai gravitasi absolut untuk titik DG.0 dilakukan pada tahun 2021 melalui program kerja sama antara Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM dengan Badan Informasi Geospasial. Nilai gravitasi absolut yang terukur di titik DG.0 adalah 977.976,44887 mGal.


Kegiatan pengukuran nilai gaya berat absolut di titik DG.0 melalui kolaborasi Badan Geologi dan Badan Informasi Geospasial pada tahun 2021

Dalam rangka Geofestival "Semerbak 50 Tahun HAGI: Back to the 70s" dengan tema "Strengthening National Energy Security, Empowering Mining, and Fostering Sustainability", sekaligus memperingati Hari Jadi Ke-81 Pertambangan dan Energi, Pusat Survei Geologi (Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) mempresentasikan sejarah serta signifikansi ilmiah titik pangkal gaya berat Indonesia (DG.0) yang berlokasi di Museum Geologi, Bandung.

Kunjungan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) ke titik pangkal gravitasi (DG.0) di Museum Geologi dalam rangka kegiatan Geofestival 50 Tahun HAGI.

Melalui kegiatan ini, Pusat Survei Geologi, (Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), turut memperkuat upaya pelestarian sejarah dan pengetahuan geofisika nasional. Langkah tersebut sekaligus menegaskan relevansi data gaya berat dalam mendukung ketahanan energi, pengembangan pertambangan, dan pembangunan berkelanjutan. 

#HariJadiPertambangandanEnergi #HPE81Tahun2026 #50TahunHAGI #BackTo70s #PusatSurveiGeologi #BadanGeologi #DG.0 #MetodeGayaBerat #Gravitasi #GeofisikaIndonesia

Referensi:

Adkins, J., Sukardi, S., Said, H., & Untung, M. (1978). A Regional Gravity Base Station Network for Indonesia. Publikasi Teknik Seri Geofisika No. 6, Direktorat Geologi.

Fukuda, Y., dkk. (2004). The first absolute gravity measurements in Indonesia. Journal of Geodynamics, 38, 489–501.

Green, R., Adkins, J. S., Harrington, H. J., & Untung, M. (1981). Bouguer Gravity Map of Indonesia. Tectonophysics, 71(1–4), 267–280.

 

Penulis: Hesty Sampeliling, Mochamad Ervan, Noor Muhammad Indragiri, Dyah Retno Budiarti. 


Ikuti Berita Kami