PERKEMBANGAN ERUPSI GUNUNGAPI ANAK KRAKATAU TANGGAL 10 SEPTEMBER 2026

PERKEMBANGAN ERUPSI GUNUNGAPI ANAK KRAKATAU
TANGGAL 10 SEPTEMBER 2026


Dengan ini disampaikan evaluasi perkembangan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau, Provinsi Lampung tanggal 10 September 2026 pukul 06.00 WIB


  1. Pengamatan Visual

Selama periode tanggal 9 - 10 September 2026 gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, dan barat laut. Suhu udara sekitar 26° – 31° C. Pengamatan visual memperlihatkan terjadinya erupsi dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

  1. Pengamatan Instrumental

Selama periode tanggal 9 - 10 September 2026 terekam 1 kali gempa Erupsi, 6 kali gempa Hembusan, 3 kali gempa Low Frequency, 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, gempa Tremor Menerus, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal. Dalam, dan 3 gempa Tektonik Jauh. Energi aktivitas vulkanik yang dicerminkan dari nilai perataan amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) berfluktuatif dengan energi rendah. Data tiltmeter Stasiun Tanjung dan Lava93 memperlihatkan kecenderungan memperlihatkan pola mendatar sebagai indikasi konstan, tidak adanya peningkatan ataupun penurunan.

  1. Evaluasi

Satu episode erupsi menerus terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung selama 25 jam. Sejak berakhirnya erupsi menerus hingga tanggal 10 September 2026 pukul 06.00 WIB, telah terjadi 13 kali erupsi Strombolian. Kembalinya erupsi Strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatu, untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang. Data kegempaan vulkanik hingga tanggal 10 September 2026 menunjukan adanya kecenderungan penurunan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau sejak erupsi menerus. Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunungapi Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.

  1. Rekomendasi

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 10 September 2026, maka tingkat aktivitas G. Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi :

  1. Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

  2. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik hasil erupsi Gunungapi Anak Krakatau direkomendasikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker selama beraktivitas untuk menghindari gangguan pernafasan.

  3. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

  4. Untuk mengetahui informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan G. Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten). Masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau melalui aplikasi/website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (www.vsi.esdm.go.id), Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), dan media sosial Badan Geologi (Facebook, X, dan Instagram), serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).

Tingkat aktivitas G. Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dan rekomendasi G. Anak Krakatau pada Level III (Siaga) ini tetap berlaku selama surat/laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.


a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Kepala Badan Geologi

Lana Saria


Lampiran 1

Pengamatan visual Gunungapi Anak Krakatau melalui CCTV Pos Pasauran tanggal 10 September 2026 pukul 05.55 WIB. Cuaca cerah. Tidak terlihat adanya erupsi


Grafik kolom asap Gunungapi Anak Krakatau periode tanggal 1 Juni - 10 September 2026



Lampiran 2

Grafik Kegempaan Gunungapi Anak Krakatau periode tanggal 1 Juni - 10 September 2026



Grafik RSAM Gunungapi Anak Krakatau Stasiun Tanjung periode tanggal 1 Juni - 9 September 2026