Sehubungan dengan surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, tanggal 13 Pebruari 1984, Nomor 361/818/IX/1984, perihal kegiatan Gunung Dempo/Merapi, maka penulis dari Seksi Ge- ologi Umum dan Vulkanologi Kantor Wilayah Departemen Pertambangan dan Energi Propinsi Sumatera Selatan, ditugaskan untuk mengadakan peninjauan dan pengamatan ke Gunung Dempo/Merapi. Tugas ini berlangsung sel…
Analisia norbuk sari (pollen) membuktikan, bahwa ada tumbuhan yang pernah tumbuh sebelum lotusan 1883. Tumbuhan ini kemudian musnah oleh letusan dahsyat tab. Penghidupan kombali terjadi akibat tumbuhnya tumbuhan baru melalui akar, rhizoma, biji dan spora yang ternyata tersimpan baik dan kemu- dian mendapat kesempatan untuk tumbuh kembali. Dengan demikian Teori Kepunahan Penghidupan Total …
Gunungapi terletak di daerah Meurendoe dari wilayah Pidie, bagian Pantai Utara Aceh. Dalam bulan Agustus 1919 dari Pante Raja, terletak di Pantai Utara, tampak suatu tiang asap di atas G. Peuet Sague. Berdasarkan ini atas permintaan Gubernur Aceh dan bawahannya, berkali - kali dikirimkan patroli - patroli militer, untuk meninjau G. Peuet Sague dan mempelajari watak letusannya.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Kerinci, dan G. Sorik MErapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.
Peta daerah bahaya ditentukan berdasarkan penelitian lapangan laporan- laporan sebelumnya. Naskah referat Gunung Sorik Marapi oleh Adnawidjaja yang telah selesai dibuat pada tanggal 14 September 1970 telah memperkirakan batas - batas daerah bahayanya, berdasarkan peta topografi dan tiga laporan sebelumnya.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Talang, G. Kerincing, dan G. Sorik Merapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.
Penulis pada tgl. 11-10-1972, ditugaskan oleh Kasi Petapi ke Gn. Bur Ni Telong yang berkududukan di Kecamatan Bukit / Timang Gajah, Kabupaten Takengan termasuk wilayah Aceh Tengah - Sumatera Utara.
When Krakatau was erupted at 10.02, Sunday morning, 27 August, 1883, 36.417 people were killed by one of the greatest volcanic eruption that ever happened on earth. The victims were not only suffered by the pyroclastics of Krakatau but also swept by tsunami which had drawn 297 Desas (a small administrative u- nit of human settlement). Of the 297 Desas, 165 of them were completely vanished from …
Dutch reactions to the Krakatau eruption, a paper based upon some 19th century publications and upon archival material such as the series "mailreports" originating from the Dutch Ministry of Colonies and some private letters and reports. It presents a description of personal experiences of cye-witnesses, Dutch government regulations in connection with the Krakatau events, charity, and in an imp…
An eye-witness account on the eruption of the Mountain Krakatau on hundred yeansvaro is found in the form of a poen in two lithographed editions in Arabic script. Both lithographed Singaporean editions are found in the National Library, Jakar- ta. Each of then are called Inilah Syair Lampung Dinaiki Air Laut ("this is a poen about Lampung when it was flooded by the sen-water"s furthen mentioned…