Sehubungan dengan posisi geografi Pulau Anak Krakatau sampai saat ini belum menentu, sedangkan letak Gunungapi Anak Krakatau dalam penyebaran Gunungapi di Indonesia sangat penting, perlu kiranya untuk menentapkan posisi geografi Pulau tersebut. Dengan demikian Kepala Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi menugaskan penulis untuk maksud tersebut yang dibantu oleh Saudara Komar. R. dan Saudara A. R…
Dalam rangka pelasanaan Repelita ke IIi, tahap IV, tahun 1982 - 1983, seksi pemetaan geologi Gunungapi, Subdit Pemataan Gunungapi, direktorat vulkanologi Bandung akan melakukan pemetaan feologi G. Sibayak, Sumatera Utara.
Pengamatan visual sering kali terhalang cuaca yang buruk, kabut mendung, gerimis - gerimis hujan yang menutup tubuh G. Merapi. Selama waktu cerah yang sejenak, asap, solfatar woro, Gendol, dan ladang yang lain berhembus dengan tekanan lemah setinggi maksimum 400 m. Dari Pos Pengamatan Babadan, Plawangan, dan Ngepos termati kubah lava yang meninggi dan bertambah besar.
Pada 25 Juni 1981, dengan SPPJ n. 761/P/1981, n. 762/P/1981, dan n.888/P/1981, S.Wikartadipura, M.S.Santoso dan A.D. Sumpena ditugaskan ke G.Salak Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahayanya.
Mount Lamongan, 1670 m above sea level, is located in the regencies of Lumajang and Probolinggo, East Java. Geographically it lies between latitudes 7'46'23' to 8'8'3' South and longitudes 113' 13'20' tto 113'23' East. It covers the area of about 1000 square kilometers.
Deretan vulkanik Ungaran - Merapi di Jawa Tengah terletak pada satu kelurusan-vulkanik (volcanic-lineament) yang berorientasi U 67' B. Kerucut - kerucut vulkanik tersebut pada umumnya memproduksi batuan alikali-kapur, namun demikian gunungapi - gunungapi tersebut memperlihatkan sedikit variasi dalam kandungan K20.
Indonesia is at the same time one of the most populous (5th in the world after PR China, India, USSR, USA), and one of the most volcanic, areas in the world, lying as it does at the intersection of three major plates. (The Geological background has been covered by Dr. Barber's contribution).
Pengukuran ini dilakukan pada 16 Oktober 1986 di lokasi tetap seperti pada pengukurqn sebelumnya yaitu di jalur Woro-Gendol. Titik-titik, pengukuran ada tiga belas buah yang satu diantaranya ditentukan sebagai titik referensi (BS).
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.
Dalam melakukan kegiatan Tim Pengamatan Gunungapi Sumatra dan Jawa Bagian Barat Tahun Anggaran 1986/87, penulis berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Tangkubanparahu dengan SPPD Nomor. 211/P/86.