Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif, yang jumlahnya mencapai 129 buah atau kurang lebih 13% serluruh gunungapi di dunia, dan tidak menutup kemungkinan munculnya gunungapi baru.
Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.
Setelah terjadi peningkatan aktovitas G. Merapi, pengamatan visual difokuskan pada pengamatan kubah lava dan keadaan asap solfatara. Setelah terjadi rentetan gempa vulkanik (swarm) sejak 7 Juli 2005, asap solfatara tampak menebal pada 11-12 Juli hingga mencapai tinggi 500 meter dari puncak. Pada kondisi normal tinggi asap rata-rata di bawah 200 meter.
Sejak erupsi terakhir pada 1956 hingga kini G. Gede dalam keadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian menurun lagi. G. Gede merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif Tipe A di Jawa Barat yang mempunyai penduduk cukup padat di daerah lereng dan kakinya. Perkembangan pemukiman dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbin…