Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab untuk melakukan pengaatan, pemantauan dan penjagaan terhadap 129 gunungapi aktif di Indonesia melalui satu jaringan 68 pos pengamatan gunungapi.
Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG), Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Energi Dan Sumber daya Mineral, memiliki wewenang untuk melakukan pengamatan, pemantauan dan penjagaan terhadap 129 ginungapi aktif di Indonesia melalui 68 pos pengamatan gunungapi.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi yang pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan peneliti para ahli diketahui bahwa gunungapi tersebut terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
Sudah sejak lama diketahui bahwa letusan gunungapi dan kegiatan lainnya telah meminta banyak korban dan mengakibatkan banyak kerusakan, kadang-kadang di berbagai tempat gunungapi terdapat daerah luas yang telah rusak oleh kegiatan gunungapi dan telah ditumbuhi oleh alang-alang, tetapi setelah beberapa lama tidak tampak ada kegiatan, disana-sini sudah ada tanda-tanda bahwa penduduk mulai menetap…
Sebagai gunungapi paling aktif di indonesia bahkan di dunia, G. Merapi telah banyak menarik banyak ilmuwan kebumian pada umumnya dan kegunungapian pada khususnya untuk mempelajari berbagai aspek tentang gunungapi tersebut. G.Merapi juga merupakan laboratorium alam kegunungapian dan salah satu Pos Pengamatan Gunungapi yang mempunyai peralatan monitoring paling lengkap di Indonesia.
Mengacu pada keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Pada Pasal 486 butir (1), Seksi Bimbingan mempunyai tugas: menyiapkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis pameran dan publikasi; penyuluhan mitigasi bencana bagi penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana gunu…
G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Gunung ini secara administratif terletak di kabupaten lumajang dan malang, jawa Timur. Puncak tertinggi dinamai mahameru (+ 3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di pulau jawa dan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari mahameru yang dikenal dengan nama Jonggrin…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan dapat terlanda oleh erupsi gunungapi baik yang berupa bahaya langsung, maupun bahaya tidak langsung daerah bahaya G. Sumbing sebelumnya telah dipetakan oleh P. Kasturian dan A. Djuhara pada tahun 1981, lemudian diperbaharui oleh S. Hamidi, A. Djuhara dan A. Martono pada 1989.
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan ini perlu kiranya dilakukan usaha untuk membantu penyusunan tata ruang dan tata guna lahan di daerah gunungapi sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin, namun risiko bahaya gunungapinya dapat ditekan seminimal mungkin.
Gunungapi Patuha merupakan salah satu gunungapi aktif tipe B yang terletak pada suatu deretan gunungapi aktif yang mengelilingi cekungan Bendung, diaantaranya G. Tangkuban Parahu, G. Burangrang, G. Cakrabuana, G. Guntur. Produk G. Patuha menutupi endapan vulkanik Tua (marine deposit) berumur Neogen pada daerah G. Galu dan Ciwidey.