Since the recorded activities in the beginning of December 1973 which lasted approximately one year, not a single indication con cerning activity of "Hobal Volcano" (or around the location where the "volcano" has disappeared below sea surface, as it was stated on December 31, 1974) was observed during the year 1975. On March 23, 1976, a radiogram sent by the local administrator to Bandung Headq…
The eruptive activities of Mt. Sirung during the months of May until June are summarized. May 12 An ash eruption took place at 06.00 loc. time; ash showers reached distances of 25 kilometers. The locality of the eruption center was assumed south of the crater lake or east of B crater.
On March 21 and 31 eruptions took place, discharging ash clouds about 1 kilometer high, which then drifted northeast until 5 kilome ters distant. Eruption products composed of ash, sand and lapilli mixed with sul-fur were deposited until a thickness of 2 centimeters above the villages of Lamalota, about 1 kilometer N.NW, and Dokin, about 2 kilo meters SE of the crater.
Tujuan penyelidikan ini yaitu menghasilkan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Bobo yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi disekitar gunungapi akibat letusannya dan merupakan rekomendasi bagi Investor/Instansi pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detail tata ruang daerah disekitar Gunungapi Bobo, Kab. Ngada di …
Manifestasi di lapangan aktifitas vulkanik G.Sirung saat sekarang berupa kegiatan solfatara di dalam kawah - kawahnya, dibandingkan dengan data penelitian terdahulu tidak mengalami perubahan. Dari data visual seperti tinggi asap dan data hasil pengukuran suhu solfatara antara 1994 -1999, peningkatan aktifitas solfatara/kawah telah terjadi pada Oktober 1995, Juni dan Agustus 1997. Sedangkan dari…
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan/pengawasan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan daerah bahaya gunungapi (kawasan rawan bencana gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
Kegiatan pemantauan dan penyuluhan ini dilakukan pada lokasi akibat letusan G. Lewotobi Laki - laki (+1584m) pada 1 Juli 1999 pukul 10.59 WITA, yang telah menimbulkan kebakaran hutan akibat lontaran bom vulkanik (batu pijar). Kegiatan penyuluhan gunungapi telah dilakukan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Daerah Bahaya.
G. Iya dipantau/diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi, yang terdapat 5 km sebelah utara G. Iya, tepatnya di Jalan Ikan Paus, Ende. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun kegempaan. Pengamatan kegempaan dilakukan dengan seperangkat seismograf model PS-2 bersistem telemetri.
Penyelidikan magnetik di bagian timur laut G.Agung, dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran dari sebaran material vulkanik hasil letusan gunung tsb., (seperti lava, pasir, lahar yang bermanfaat sebagai bahan baku bangunan) berdasarkan pada sebaran anomali magnetik. Sebaran anomali magnetik G. Agung, secara kwalitatif maupun kwantitatif diharapkan akan memberikan lebih jauh informasi keadaan geol…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Ndetu Napi dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219…