Pada tanggal 18 Desember 1951 penulis berangkat ke Gunung Kelut untuk mempelajari keadaan G.Api tersebut. Sesudah letusan dan teristimewa mempelajari turunnya lahar dingin dan kemungkinan- kemungkinan yang dapat terjadi sebagai akibat dari aliran tersebut.
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).
Penelitian deformasi di G.Lamongan ini adalah pengukuran jarak dengan menggunakan EDM, sedangkan sifat datar atau leveling yang biasanya dilakukan secara bersamaan kali ini tidak dilakukan.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
G. Papadayan terletak 70 km sebelah tenggara Bandung pada posisi geografis 7'19' LS dan 107' 44' BT, dengan ketinggian 2665 m diatas muka laut. Maksud dari penyelidikan magnetik G. Papandayan dan sekitarnya adalah untuk menyusun peta isomagnetik disetiap gunungapi di Indonesia.
Kegiatan pengumpulan data dan informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di sekitar G. Ciremai yang merupakan gunungapi aktif dan kegiatannya terus berlanjut.
Penyelidikan gayaberat di G.Papandayan dilakukan untuk menyusun peta gayaberat disetiap gunungapi di Indonesia. Dimana, sebaran anomali gayaberat G. Papandayan secara kualitatif dan kuantitatif diharapkan akan memberikan lebih jauh informasi keadaan struktur geologi bawah permukaan daerah tersebut.
Pemetaan geologi G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Cikuray" berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun "Data Pengamatan Tidak Langsung" serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium".
Maksud dan tujuan Pengukuran Deformasi dengan metoda Sifat Datar Teliti Gunung Tangkuban Parahu adalah menentukan harga beda tinggi antar Bench Mark (BM), dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya perioda Oktober 1998.
Dari hasil pemeriksaan terhadap kelancaran pesawat seismograf, seismograf setiap tahunnya selalu mengalami kerusakan, yang umumnya terjadi pada Sub sistem pancar, terutama mengingat lokasi sub sistem pancar terdapat jauh dari Pos Pengamatan atau lokasi yang sinar mataharinya menyinari solar panel waktunya sebentar, sehingga battery yang digunakan tegangannya turun, hal ini mempercepat sel - sel…