Gunung Banda Api meletus pada 9 Mei 1988, namun tidak menimbulkan korban manusia, berkat kesiapsiagaan aparat pemerintah setempat dengan cepat mengungsikan penduduk setempat ke luar dari Pulau Banda. Dengan terjadinya peristiwa itu dan tersedianya anggaran biaya 1988/1989 dari Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, telah be-rangkat ke lapangan (2 s/d 31 Des. 88)
Kegiatan Regu Penyelidikan Petrokimia dimulai sejak terjadinya letusan per-tama pada 28 Desember 1987 malam hingga menjelang berakhirnya kegiatan 19 Januari 1988 serta dilanjutkan dengan penyelidikan lapangan pada 13 sampai 31 Agustus 1988. Mulai sejak itu Regu Petrokimia pada setiap pertemuan Direktorat Vulkanologi yang khusus menangani kegiatan letusan Gunungapi memberikan pelayanan di bidang…
Untuk merealisasikan rencana seksi2 geofisika dinas eksplorasi didalam tahun kedua, Pelita I, penulis ditugaskan untuk melaksanakan pengamatan gajaberat secara regional di pulau-pulau madura dan Bali. pengamatan gajaberat regional dimulai dipulau jawa oleh Direktorat geologi dan regu I.G.S.
Tujuan utama dari grouting ini, mengikat, mengisi retakan dan porositas batuan disekitar lubang pemboran panasbumi. Diharapkan uap dari hasil pemboran "disalurkan" melalui lubang pemboran. Juga berfungsi menahan tekanan dari bawah dan tekanan beban dari permukaan selama pemboran berlangsung. Secara administratip lokasi yang direncanakan yaitu LH-1, terletak di Desa Lahendong, Kecamatan Tomohon …
Pos Pengamatan G.Iya terletak di Desa Tewejangga lk. 3000 meter sebelah baratlaut G. Iya pada ketinggian 11 meter di atas permukaan laut. Sejak beberapa waktu yang lampau Pos ini dilengkapi dengan sebuah pesawat perekam gempa mekanik merk Spindle & Hoyer yang dapat dioperasikan selama 24 jam untuk sekali pemasangan