Peristiwa letusan abu/kerikil dikompleks Ecoma (Kawah Ratu) mulai tgl 20 Djuli 1969, djam 07.15. Solfatara berasap kelabu tebal, bahan2 terlempar setinggi 75 0 100 mt, disekitar kawah.
Atas Permintaan Pimpinan Pengawasan Gunung Merapi di Jogjakarta (P. G. M.). Penulis bersama Sdr. Ato Djuhara, Sdr. Ismangun Surjo. ditugaskan Kepala Seksi Penelitian Gunungapi, untuk melengkapi dan sebagian merevisi peta daerah bahaya sekitar G. Merapi.
Tugas pengamatan ini dilakukan sehubungan dengan pemberitahu-an PEMERINTAH PROPINSI DJAWA BARAT melalui suratanja tgl.11 April 1969 dan 10 Djuli 1969, perihal Kawah Gunung Galunggung tidak mengeluarkan asap. Pengamatan ini dilakukan penulis beserta Sdr. LUKAS (Dinas Volkanologi, Direktorat Geologi) dengan didampingi oleh seorang pedjabat dari Kantor Ketjamatan Indihyang Tasikmalaja, pada tgl…
Longsoran lava dan awan panas meluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Endapan longsorang dan Ladu terdapat pada lembah S. Batang, S. Bebeng, S. Blongkeng dan sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas. Hujan abu bercampur dengan pasir halus yang mempunyai ketebalan antara 3 s/d. 4 mm. mempunyai luas kurang lebih 53.125.000 m2.
Dari bulan Juni sampai dengan bulan Desember 1972 tercatat beberapa kali genpa volkanik. Sehingga dianggap sangat perlu melanjutkan pekerjaan diatas sepanjang tahun 1973. Untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dari gempa diatas.
Longsoran lava dan awan panas melluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Jarak lintas awan panas mencapai kurang lebih 6,5 km dari titik longsoran. Endapanlongsoran dan ladu terdapat lembah-lembah S. Batang, S. Bebeng, sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas.
Periode kegiatan G. Merapi ini dimulai sedjak Djanuari 1967 jang didahului olch auanpanas-auanpanas letusan. Disusul muntjulnja lava ba-ru.Titik kegiatan tepat pada kegiatan tahun 1961. Pembentukan kubah lava berlangsung terus, diselingi oleh awanpanas-asan-pansa guguran dan letusan.
Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Of the Kt. Salak geothermal field, the Cibeureum, Cibodas and Cipamatutan areas consisted of steam heated surface waters. The Muhinin, Cikarang, Gisako-ti and Cikuluwung springs could either discharge stean condensate or dilute The discharge of the Sarimaya springs consisted of hot brine.