Pemetaan geologi (stratigrafi detail) lereng selatan G.Merapi (lembar peta 47/XLI-m dan 47/XLI-q) mempunyai maksud dan tujuan untuk mengetahui macam dan jenis endapan volkanik khususnya di lereng selatan G.Merapi. Dengan mengetahui macam dan jenis endapan tersebut secara tidak langsung kita akan dapat mengetahui bagaimana sejarah letusan G.Merapi di waktu lampau berdasarkan singkapan yang dijum…
Dalam mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan Gunung Merapi, pada bulan Mei 1993 telah dilakukan pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi secara tepadu yaitu kimia, fisika, dan geologi. Pemantauan secara kimia meliputi kimia gas, kondensat, temperatur lubang gas vulkanik, batuan, udara bebas, merkuri, dan kecepatan emisi gas S02 dalam plume vulkanik.
Pada triwulan pertama tahun anggaran 1993 - 1994 ini, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan evaluasi terhadap endapan awan panas dan lahar 1992 - 1993 serta endapan sebelumnya di bagian lereng barat G.Merapi, yang meliputi daerah hulu K.Senowo, K. Lamat, K.Blongkeng, K.Sat 2, dan K.Bebeng.
Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.
Pengukuran volume kubah Gunung Merapi bertujuan untuk mengetahui secara "pendekatan" berapa besar volume kubah Gunung Merapi. Digunakan istilah "pendekatan" karena berdasarkan atas sifat dari metoda - metoda pengukuran yang dipergunakan.
Gunungapi Ijen adalah gunungapi raksasa (Pra Kaldera), bertipe strato dengan ketinggian l.k. 3.500 m dari muka air laut, yang dinamakan Ijen Tua, pembentukan kaldera Ijen terjadi kira - kira pada 50.000 tahun yang lalu, dengan rempah vulkanik sebanyak 80 km3 tersebar di sekelilingnya berupa endapan awan panas, batuan piroklastika jatuhan serta aliran.
In recent years two new classifications of Cale Alkalie granitoids have evolved in the eastern hemisphere and are currently influencing exploration concepts, particularly in SE Asia. This note arises from considerations of their possible appliction to the further exploration of the pre-Quaternary part of Sumatra for which a Regional Geolog~cal and Geochemical reconnaissance has just been com…
This list was made up after conversation with Mr. Go Ping Gan, a Field Geologist in the Instute of Geology In Bandung.
Untuk memperkecil bencana akibat kegiatan Gunung Merapi yang teramati sejak 20 Januari 1993 dan hingga kini masih berlangsung, telah dilakukan penyelidikan dan pemantauan aktivitas Gunung Merapi secara terus menerus dan berkala.
Gunung Merapi merupakan salah satu Gunungapi paling aktif di Indonesia yang dipantau secara terus menerus menggunakan berbagai metoda pemantauan karena mempunyai derajat bahaya yang tinggi.