Penyuluhan Vulkanologi mengenai G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 1992. Sasaran Penyuluhan adalah Aparat Pemerintah dan penduduk di wilayah Kawedanaan Klakah, Kab. Lumajang. Tempat pelaksanaannya di Ruangan Hotel Wisata Ranu Klakah.
G.Tangkubanperahu dan G.Gede adalah gunungapi aktif type A di Jawa Barat, yang dipantau terus menerus secara visual dan seismik dari masing - masing Pos pengamatan gunung tersebut. Pemantauan dengan metode "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1981 di G.Tangkubanperahu dan sejak tahun 1991 di G.Gede. Periode pemantauan tidak menentu dan tergantung dari jumlah anggaran proyek yang tersedia sert…
Pengukuran ungkit kering (dry tilting) di Gunung Cireme dimaksudkan untuk memperoleh data guna menunjang disiplin ilmu lain untuk mengetahui tingkat kegiatan gunung api tersebut.
Sehubungan dengan peningkatan peningkatan kegempaan G.T. Parahu pada akhir bulan September 1992, maka tim deformasi melakukan pengukuran konstante di St. Pos Vulkanologi dan St. Jayagiri serta pembuatan pelindung dan perbaikan 2 bensmark di St. Kawah Ratu
Pemetaan daerah bahaya G.Talaga Bodas merupakan penentuan daerah bahaya utama dan daerah bahaya sekunder atau biasa juga disebut daerah waspada, berdasarkan sejarah letusan lampau dan laporan peneliti terdahulu serta data geologi di lapangan.
Menurut SPPD No.1149 s/d 1153/0441/3402/1992, dari tanggal 2 s/d 16 Desember dilakukan pengukuran cara ungnkit kering G.Tangkuban Parahu, pengukuran konstante di St. Bunderan, pembuatan pelindung Bensmark di St. Kawah Ratu dan pembuatan sebuah Bensmark tambahan di St. Bunderan
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.