Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengemba ngan Laboratorium Gunungapi Anggaron 1986-1987 maka dalam anggaran tersebut, rencana kerja Sus Ti Petrokimin ba than,air ddan gas G. Lamongan tertuju kepada G. Lamongann d an sekitarnya.
Untuk memenuhi kekurangan data lapangan di daerah yang telah disebutkan ang telah disebutkan di atas pada titik (2) yaitu itu dengan pengambilan conto batuan dari sing- kapan tertentu untuk kelanjutan penganalisisan kimia batuan di labora torium dan pemeriksaan petrografi batuan
This Volcano is known as very dengerous, because its eruptions always caused victims and destroyed of arable land. The origin of the disaster because its has a crater lake on its summit, which is in ejected during each eruption.
Tujuan utama adalah penyelidikan Geologi lapangan beserta pengumpulan conto batuan disekitar daerah Pegunungan Dieng. Kemudian akan diadakan penelitian petrografi melalui sayatan tipis dan penelitian analisis petrokimia batuan.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
Atas catatan sejarah erupsi G. Papandayan, maka yang sangat penting dalam kegiatan gunungapi ini adalah produk letusan 1772 sebagai letusan yang menghasilkan debris apalanche. Oleh karenanya ke 4 penasihat akhli ini bersama-sama dengan tim-tim dari Pemetaan Geologi G. Api, Penanggulangan Bencana, Petrokimia bermaksud untuk menyelusurinya.
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.
Sejalan dengan pelaksanaan rencana kegiatan Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi, Tim pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi dalam tahun 9, Pelita IV, dilakukan pendataan kependudukan disamping kemungkinan terjadinya perubahan akibat pemanfaatan lingkungan disekitar daerah bahaya G.Tangkubanparahu.
Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, pada akhir Juni 1986 bekerja sama dengan United State Geological Survey (USGS) memasang termometer dengan sistem telemetri (Telethermometer) di G. Kelut.
Dalam pelaksanaan lapangan, tim pemeta dibagi tiga sub tim, masing - masing Sub tim 9 mengerjakan lereng bagian selatan - barat laut, meliputi daerah Karangtumaritis, Arjuna, dan Cileuleuy. Sub tim II mengerjakan daerah puncak dan daerah bukaan kawah, meliputi daerah Bayongbong dan sekitarnya. Sedangkan Sub tim III mengerjakan lereng bagian selatan dan timur G.Papandayan, meliputi daerah Wonogi…