Berdasarkan data rekaman gempa-gempa vulkanik, aktivitas G. Anak Krakatau berfluaktuatif. Pada 16 Mei 2005 aktivitas G. Anak Krakatau menunjukkan peningkatan, sehingga status aktivitas dinaikan dari Aktif Normal jadi Waspada, pada 24 Septembe 2005 terjadi kembali kenaikan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah gempa vulkanik type-A (VA) 45 kejadian dan gempa vulkanik type…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau dari tahun 1930 hingga 1953 terjadi setiap tahun sedangkan dari 1953 hingga 2001 terjadi setiap tahun hingga lima tahun sekali. Sejak terakhir G. Anak Krakatau terjadi pada tanggal 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, sampai terjadinya letusan baru pada 23 Oktober 2007 merupakan fase istirahat yang relatif panjang yaitu 6 tahun. Berdasarkan data rekaman gempa-gempa …
Gunungapi Seulawah Agam terletak di Kabupaten Aceh Besar, NAD termasuk gunungapi tipe-A dan gunungapi tipe-A merupakan gunungapi yang diprioritaskan untuk dipantau secara kontinyu. Gunungapi inisudah tidak menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, walaupun sudah lama tidak menunjukkan peningkatan tapi tetap perlu dipantau secara menerus sebagai salah satu langkah mitigasi letusan gunungapi, k…
G. Peut Sagoue atau Ampat Sagi dinamai demikian karena gunungapi ini mempunyai empat buah puncak, puncak-puncak tersebut adalah Puncak Bukulah, Puncak Tutung (2435 m), Peut Sagoue (2512 m), dan satu puncak lagi disebelah timur laut Peut Sagoue. Untuk memantau kegiatan G. Peut Sagoue secara menerus, maka sejak 18 Agustus 1998 di Taransdespot Turucuet, Desa Mane, Kecamatan Mane, Kab. Pidie, sedan…
Dari catatan sejarah vulkanik G. Krakatau, terlihat gunungapi ini merupakan gunungapi yang sangat aktif. G. Anak Krakatau sejak muncul 19 Juni 1930 hingga 2004, telah terjadi erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan tersebut, pada umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-8 tahun da…
G. Dempo terdiri dari dua puncak yaitu G. Dempo dan G. Merapi, letaknya sejajar arah utara-selatan. Puncak tertinggi yang disebut G. Merapi berketinggian 3173 m dpl, sedangkan G. Dempo sendiri puncaknya berketinggian 3049 m dpl, kota yang terdekat ke gunungapi ini adalah Pagar Alam. Sejarah peningkatan kegiatan vulkanik atau letusan G. Dempo yang tercatat sejak tahun 1818 sampai 14 September 20…
Dari catatan sejarah kegiatan vulkanik G. Krakatau, terlihat gunungapi ini merupakan gunungapi yang sangat aktif. G. Anak Krakatau sejak muncul 19 Juni 1930 hingga 2004, telah terjadi erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan tersebut, pada umumnya titik letusan selalu berpindah -pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-…
Dari catatan sejarah Aktivitas vulkanik G. Tandikat tercatat sebanyak 2 kali kegiatan letusan, yaitu pada tahun 1889 dan 1914. Letusan 1889 terjadi dari Kawah B dimana kegiatan letusan dimulai tanggal 19 Februari. Di puncak G. Tandikat terlihat tiang asap dan nyala api dan juga terasa getaran gempa yang diiringi sura letusan. Sampai tanggal 17 April tiang asap masih terlihat kadang disertai ole…
G. Talang bertipe strato atau berlapis, artinya gunungapinya dibangun oleh perulangan batuan lava dan piroklastika. Terdapat lapangan fumarola, yaitu Gabuo Atas dan Gabou Bawah, Mata airpanas terdapat di kaki gunungapi ini, yaitu di Batu Barjanjang. Dari sejarah letusan G. talang tercatat bahwa letusan besar terjadi pada tahu, 1833, 1843, 1845, dan 1883, letusan tersebut bersifat magmatik yang …
G. Talang secara administratif terletak di Kecamatan Kota Anau, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tinggi puncak dari permukaan laut 2597 m. Dari tahun 1800-2000 kegiatan vulkanik G. Talang tercatat sebanyak tiga kali letusan, yaitu" tahun 1833, 1843,, dan 1845. Pada 1967 terjadi kenaikan kegiatan tembusan fumarola pada celah sepanjang 800 m, lebar 10-50 m, Kegiatan ini terjadi di tujuh lubah uta…