Gunungapi Raung berada pada wilayah yang berpenduduk cukup padat merupakan gunungapi strato tipe A, yang terletak di Jawa Timur dan merupakan salah satu gunungapi terbesar yang terdapat dibagian timur Pulau Jawa. PAda bagian puncaknya terdapat kaldera dengan dindingnya yang terjal berkedalaman sekitar 400 - 500 m.
Gunung Gede sering disebut sebagai Komplek Gunungapi Gede - Pangrango karena letaknya yang berdekatan dan membentuk suatu gunung kembar. Gunungapi Pangrango relatif lebih tua dari pada Gede fan sudah tidak memperlihatkan aktifitas vulaknismenya lagi di sekitar kawasan tersebut diantaranya Gumuruh, Sukaratu, dan Masigit, yang menggambarkan perpindahan pusat vulkanisme di komplek gunungapi ini.
Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang pernah mengeluarkan aliran awan panas, aliran lava dan jatuhan piroklastik. Produk yang dikeluarkan gunungapi tersebut dapat membahayakan jiwa serta memusnahkan semua infrastruktur di daerah yang terlanda. Sebagian dari produk gunungapi tersebut dapat menjadi bahan terbentuknya lahar, tergantung pada proses dan kejadian yang memp…
Komplek Ijen adalah suatu komplek gunungapi yang terdiri dari beberapa gunungapi yang tumbuh di sekitar dinding kaldera Ijen Tua. Kawah Ijen adalah salah satu gunungapi yang sampai saat ini masih aktif yang tumbuh di dalam Kaldera Ijen Tua yang merupakan depresi vulkanik besar dengan diameter kurang lebih 14-15 km berbentuk elipsoid.
Perkembangan pemukiman di sekitar lereng gunungapi ini sangat pesat, terbukti dengan banyaknya bangnan-bangunan dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbintang yang jaraknya sekitar 6 km dari puncak G. Gede. Disamping itu, aset-aset penting seperti Taman Nasional Cibodas yang merupakan tujuan wisata, perkebunan teh dan Istana Peristirahatan Presiden di CIpanas juga…
Pemukiman di sekitar lereng gunungapi ini cukup padat, malahan di kaki baratdaya G. Salak terdapat lapangan panas bumi yang sudah beroperasi sebagai pembangkit listrik. PAda tahun 1698/1699 terjadi letusan yang merusak dan terakhir pada 1938 terjadi letusan freatik. Untuk mengantisipasi jika terjadi lagi letusan di masa datang, perlu dilakukan pemetaan kawasan rawan bencana untuk mengurangi kor…
G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten. Sejak letusan terakhir 1992 hingga saat ini (2006), lebih kurang 14 tahun, G. Slamet belum pernah meletus. Berdasarkan catatan sejarah kegiatannya, masa istirahat terpendek adalah 1 tahun dan terpanjang adalah 53 tahun.
Gunungapi Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang pernah mengeluarkan aliran awan panas, aliran lava dan jatuhan piroklastik. Produk yang dikeluarkan gunungapi tersebut dapat membahayakan serta memusnahkan semua yang dilaluinya. Untuk mengantisipasi serta mengurangi korban yang mungkin terjadi, maka perlu dilakukan evaluasi Kawasan Rawan Bencana Gunungapi.
G. Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif dan tertinggi di Jawa Barat dengan elevasi 3078 meter di atas muka laut. Bila dilihat dari rangkaian penyebaran gunungapi di Jawa BArat dari barat ke timur, G. Ciremai merupakan gunungapi soliter yang terpisah daru rangkaian gunungapi lainnya. Fenomena gunungapi soliter ini pada umumnya sering terakait dengan tatanan tektonik yang rumit.
Evaluasi Prakiraan Bahaya Gunung Raung adalah merupakan salahsatu upaya untuk menilai dan memperikirakan potensi bahaya gunung Raung apabila terjadi letusan di masa yang akan datang dengan cara melakukan pengumpulan data dan informasi di daerah sekitara gunung Raung, terutama mengenai data geologi, topografi/geomorfologi, jenis bahaya, besaran atau tingkat bahaya, arah dan pola sebaran daerah y…