Pengukuran kubah lava bertujuan untuk mengetahui "volum pendekatan" nya. Disini penulis menggunakan istilah "volum pendekatan", karena berdasarkan cara - cara pengukurannya, antara lain sebagai berikut: a) puncak kubah lava diukur dengan "aanpeilingen" dari 2 tempat titik tetap. b) disesuaikan dengan peta ukuran puncak G.Merapi, yang dilakukan oleh penulis sendiri pada tahun 1962.
Dengan surat perintah No. 2972/S/1975, tanggal 5 Juli 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan penelitian di daerah sekitar G.Merapi sehubungan dengan peluncuran awan panas guguran yang terjadi tanggal 9 dan 10 Juli 1975.
Dengan surat perintah no. 103/SDVCY/11/1976 tanggal 30 No-pember 1976, penulis ditugaskan untuk melakukan pemetaan dan pembuatan penampang sungai sungai yang terkena lahar hujan G. Merapi pada tanggal 25 Nopember 1976.
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui, antara lain, ialah: 1. volum pendekatan 2. tinggi puncak kubah lava dari permukaan Inut.
Dengan Surat Perintah No. 2357/9/76, tanggal 21 Juni 1976, penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran situasi S. Gremeng. Pengukuran itu dilakukan sepanjang 1k. 15 km dan daerah kanan kiri selebar 250 m dari sungai.
Dengan surat perintah No. 3336/5/1975 dan No. 3337/8/1975 tanggal 9 Agustus 1975, Sdr. Sobana bersama dengan penulis ditugaskan selama 14 hari, untuk melakukan pemetaan lahar sekitar Besuk Tretes pamasuk Kookan. Hal itu sehubungan dengan banjir di Besuk Tretes pada tgl 9-8-1975
Tinggi puncak lava 1974 adalah 2.845m (dari permukaan laut
Longsoran lava dan awan panas melluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Jarak lintas awan panas mencapai kurang lebih 6,5 km dari titik longsoran. Endapanlongsoran dan ladu terdapat lembah-lembah S. Batang, S. Bebeng, sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas.
Hasil "aanpeilingen" tg.28-8-1974 dengan instrumen TOWILD No. 149356 dari pos plawangan (lihat Gb. I).
Puncak G. Tangkubanparahu bagian timurlaut teramati telah mengalami penurunan, sehingga bagian punak G. Tangkubanparahu terbuka kearah tersebut. Pengamatan di lapangan, kawah - kawah G. Tangkubanparahu tersebar merupakan suatu kelurusan dengan arah barat-timur, dari Kw. Baru, Kw. Upas, Kw. Ratu, Kw. Domas, Kw. Badak, Kw. Siluman, dan Kw. Jarian.