Sehubungan dengan saran Sar. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang, tel. 8 Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bi- la diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih dan K. Bebeng, dan sesuai pula dengan rencana Seksi PEFAPI dalam triwulan IV tahun 1976/1977, maka penulis ditugankan oleh Kasi PETAPI ke sekitar hulu K. Pütih dan lain lain.
Gunung Merapi yang terletak di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan gunung api pa- ling aktif di Indonesia dan seringkali menimbulkan ke- jutan bagi daerah sekitarnya. Kejutan-kejutan tersebut berupa bahaya aliran awan panas dan banjir lahar hujan yang melanda daerah lereng dengan mendadak. Lubang kegiatan erupsinya sering berpindah pindah setelah terjadinya-lo- tusan ya…
Pada tanggal 8 Juni 1978 terjadi banjir lahar. maka dari itu dilakukan survei pada tanggal 29 Juni 1978 dari jembatan S. Krasak di Salam ke bawah sampai Banaran
Adapun survey tersebut bertujuan, antara lain, ialah a. Untuk mengetahui kerusakan kerusakan yang diakibatkan lahar hujan b. Lokasi penyimpangan/Peluapan lahar hujan c. Desa desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan.
Pengukuran ini dilakukan selama 7 hari dari 2 tempat tersebut, yaitu tanggal 29/6-1997 s/d. tgl 5/7-1977. Pengukuran dari tempat - tempat ini kerap mengalami kesulitan, karena pada waktu melakukan "aanpelingan" sering terganggu asap solfatara maupun asap guguran.
Penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran situasi K. Batang. Pengukuran itu dilakukan sepanjang 1k. 10 km (dari jalan besar Yogyakarta-Magelang sampai pertemuan dengan K. Progo) dan kiri kanan kali selebar 1k 200 m dari kali.
Sungai Duren terletak di Barat Daya G. Merapi diantara S. Batang dan S.Bebeng. Hulu sungai ini terletak pada ketiggian + 664.82 d. p. a. l., yang lokasinya berdekatan dengan S. Bebeng.
Pengukuran kubah lava bertujuan untuk mengetahui "volum pendekatan" nya. Disini penulis menggunakan istilah "volum pendekatan", karena berdasarkan cara - cara pengukurannya, antara lain sebagai berikut: a) puncak kubah lava diukur dengan "aanpeilingen" dari 2 tempat titik tetap. b) disesuaikan dengan peta ukuran puncak G.Merapi, yang dilakukan oleh penulis sendiri pada tahun 1962.
Dengan surat perintah No. 2972/S/1975, tanggal 5 Juli 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan penelitian di daerah sekitar G.Merapi sehubungan dengan peluncuran awan panas guguran yang terjadi tanggal 9 dan 10 Juli 1975.
Dengan surat perintah no. 103/SDVCY/11/1976 tanggal 30 No-pember 1976, penulis ditugaskan untuk melakukan pemetaan dan pembuatan penampang sungai sungai yang terkena lahar hujan G. Merapi pada tanggal 25 Nopember 1976.