Pemetaan geologi pendahuluan sekitar gunung karang ini merupakan pekerjaan lanjutan dari pekerjaan bulan mei 1968.
Kawah Ijen terletak diudjung timur pulau djawa dikabupaten Banjuwangi. Ia merupakan gunungapi strato degan danau kawah pada busur gunung gunungapi aktif yang melintansi pulau-pulau Sumatra, Djawa, Bali dan lain-lain.
Dengan surat perintah perjalanan dinns no.66/041/3102/1989, 14 Jun11989, pengemudi Kosim Al Sukar, Sobana Rasid, Komar Res-tika Jaya dan penulis ditugnskon Kepala Seksi Pungukuran Topogra fi & Penyelidikan Deformasi untuk penyelidikan dan pengukuran de formasi metode ungkit disekitar G. Guntur dan G.Lamongan antara tanggal 12Juni 1989-15Juli 1989, dimana laporan G. Guntur disu sun oleh Komar Re…
Dengan SPPD nomor 1108/0441/3402/90, tertanggal 8 Oktober L. Dioharman BSc, Ir. Pudjo Asmoro MSc, Nanang Rahardja dan pengemudi Kosim Alsukar dengan kendaraan dinas Toyota D. 7774 V. ditugaskan ke G. Lamongan, Kabupaten Lumajang 20 hari dari pengukuran mengetahui tanggal 8/10 s/d 27/10 - 1990 Jawa Timur selama untuk melakukan deformasi di sekitar lereng bagian barat guna tingkat keaktifan G. La…
Kemungkinan penyebaran daerah endapan lahar ini bisa terjadi didaerah sekitar Bandung dan Cimahi, apabila banyak endapan bahan-bahan piro klastika (bahan-bahan hasl letusan berupan bom, lapili, pasir gunungapi, dan abu gunungapi) yang baru,jika terbawa air hujan ke bawah.
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
Gunung Raung adalah gunungapi yang agak terkenal dipulau djawa, hampir seperti G. Merapi (Djateng) dan Semeru (Djatim), apalagi dengan letusanja jang terachir pada tahun 1953 dan 1956. Sehingga di Berita Gunung Berapi tahun 1953.
Atas permintaan Dinas Bencana Alam Direktorat Sungai dan Rawa, penulis bersama Saudara Ato Djuhara dibaah pimpinan sdr. I. Surjo, ditugaskan oleh Kepala Dinas Vulkanologi Direktorat Geologi Bandung, Ke. G. Kelut dan sekitarnya di Kediri Djatim.
Maksud dari pekerjaan ini, untuk membuat laporan peta daerah bahaya G. Kelut secara agak populer yaitu selain batas daerah terlarang dan batas bahaya I, batas daerah bahaya lahar ditarik sedemikian rupa,sehingga pihak ketiga (inatansi lain) dapat dengan mudah menggunakan peta ini, untuk kepentingan pengendalian lahar dan lain-lain.
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.