Salah satu realisasi dari tugas Proyek Mitigasi Bencana Geologi yang dilaksanakan oleh Direktorat Vulkanologi pada tahun Anggaran 1999/2000, adalah mengadakan evaluasi tentang mitigasi kegiatan G. Batur selama tahun 1999, yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Untuk memantau aktivitas G. Batur secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetri yang dipasang di lereng timur kawah G. Batur, pada ketinggian lk. 1230 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G. Batur di desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, lk 3 km dari puncak G. Batur.
Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Kerinci pada bulan Juni 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL. Hasil pengamatan kawah puncak menunjukkan adanya perubahan pada bibir kawah, yang semakin melebar dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Pelebaran ini mungkin di akibatkan oleh terjadinya peningkatan kegiatan berupa letusan abu pada bulan Mei 1997.
Gunung Dempo merupakan gunungapi tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Gunung ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pagaralam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, Prov. Sumatera Selatan, hanya sebagian kecil yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Muna, Bengkulu. Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Dempo pada bulan Juni/Juli 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
Penyelidikan dan pengamatan seismik di G. Slamet dilakukan untuk mendapatkan data kegempaan G.Slamet berupa parameter - parameter dasar gempa, kemudian kita mencoba melakukan lokalisasi sebaran dan kedalaman sumber gempa.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G. Papandayan dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G. Papandayan pada bulan Mei dan Juni 1995, dengan menggunakan 3 (tiga) unit perekam Balise.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
Dalam memantau aktivitas G.Ciremai secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetry yang menempatkan seismometernya pada arah Timurlaut dari puncak G.Ciremai, tepatnya di bukit Nininala pada ketinggian kurang lebih 1060 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G.Ciremai di desa Sampora, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan lk. 4,5 km dari puncak G. Ciremai.
Pengukuran ini bertujuan untuk mendapatkan data SP yang akan dijadikan acuan metoda SP, bila suatu saat nanti terjadi suatu peningkatan aktivitasnya dan merupakan pendahuluan untuk pengamatan gunungapi Batur dengan metoda SP. Hasil pengukuran diperlihatkan berupa profil yang melintas secara radial, dimulai dari kaki gunung menuju kawah gunungapi tersebut. Profil yang telah dilakukan sebanyak 4 …