Tujuan utama pengamatan ini adalah mempelajari kegiatan seismik lokal (local seismicity) dari G. Dieng; jang dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan letusan gunung api di daerah G. Dieng dalam waktu dekat ini
Dari bulan Juni sampai dengan bulan Desember 1972 tercatat beberapa kali genpa volkanik. Sehingga dianggap sangat perlu melanjutkan pekerjaan diatas sepanjang tahun 1973. Untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dari gempa diatas.
Pendataan pengamatan dan kependudukan di dalam daerah bahaya dan waspada di komplek G.Dieng dan sekitarnya dilakukan dengan cara meneliti dan menginventarisasi dilapangan secara langsung. Pelaksanaan pekerjaan lapangan ini dilakukan oleh tujuh orang petugas Seksi Penyuluhan Gunungapi Direktorat Vulkanologi dengan biaya dibebankan kepada Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun …
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.
Gunung Batur adalah gunungapi aktif yang titik letusannya berpindah pindah, tinggi diatas muka laut 1717 meter. Gunung ini berada di dalam Kaldera Batur yang berukuran panjang 13,8 km, lebar lk 10 km, serta pada dasar Kaldera sebelah timur dan tenggara terdapat sebuah danau yang panjangnya 7500 meter dan lebar 2500 meter. Di kaki gunung Batur ini banyak terdapat kawah kawah parasit, bekas kegia…
G. Agung merupakan klasifikasi gunungapi aktif yang tergolong tipe A berada paling barat di wilayah Bali dan Nusatenggara seperti halnya G. Batur. Posisi Geografi G. Agung 8°20, 5' Lintang Selatan, 115° 30,5' Bujur Timur dengan ketinggian 3142 m sebelum le-tusan, 3014 m setelah letusan. Posisi Geografi G. Batur 8°14, 30' Lintang Selatan, 115°22, 30' Bujur Timur, tinggi 1717 m diatas permuka…
Tulisan ini disusun berdasarkan hasil pengamatan visual kegiatan G. Iya dalam Pebruari 1985. Tujuan dilakukan pengamatan ini ialah untuk mengetahui gejala perubahan tingkat kegiatan gunungapi Iya. Untuk mengetahui gejala perubahan kegiatan dengan pengamatan visual diperlukan waktu penelitian yang cukup lama, sehingga gejala perubahan yang sekecil-kecilnya dapat teramati. Untuk itu maka pengamat…
G. Rinjani (3726 m) di P.Lombok merupakan gunungapi aktif yang sedang beristirahat, kegiatan terakhir tercatat pada 1966. G. Rinjani belum mempunyai Pos Pengamatan, untuk mengetahui ke-giatannya pada waktu-waktu tertentu dilakukan pengamatan terhadap gunungapi tersebut, paling sedikit dilakukan dua kali dalam setahun. Pada Desember 1984 penulis berkesempatan untuk pertama kalinya mengadakan in…
G. Rokatenda terletak di P. Palue lk. 15 km di sebelah Utara Flores Tengah. Posisi geografinya 8°19' Lintang Selatan dan 121°42%' Bujur Timur. Luas P. Palue adalah 39,5 km² dan puncak tertinggi (Ili Manunai) 875 m di atas permukaan laut. Pulau ini merupakan pu-lau vulkanis, bekas kegiatan gunungapi berupa fumarola tersebar di seluruh pulau. Pusat kegiatan G. Rokatenda terletak agak ke Selata…