pada umumnya pengamtan seismik terhadap gunungapi-gunungapi aktif di Indonesia hanya digunakan pesawat seismograf mekanis dengan pembesaran rendah, kecuali di gunung Tangkuban Prahu dan Merapi dimana digunakan seismograf transistor dengan pembersaran yang cukup tinggi.
Tujuan utama pengamatan ini adalah mempelajari kegiatan seismik lokal (local seismicity) dari G. Dieng; jang dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan letusan gunung api di daerah G. Dieng dalam waktu dekat ini
Letusan dengan awan panas jang terdjadi dalam bulan April 1967 mengiringi terbentuknja kubah lava baru dalam bres Batang. Pertumbuhan kubah lava berdjalan terus hingga awal bulan Oktober 1967. Pada saat mana kemudian terdjadi letusan dengan awan panas jang mengakibatkan longsornja sebagian besar kubah lava tersebut.
Penempatan seismometer yang sudah demikian dekat pada titik kegi- atan ternyata sedikit sekali menangkap/mencatat gempa volkanik. Seluruh pencatatan didominasi oleh gempa tektonik. Suatu kenyataan bahwa dalam keadaan tenang/normal kegiatan seismiknyapun menunjukkan ketenangan pula. Berbeda dengan gunungapi lainnya, meskipun kegiatan yang tampak di permukaan tenang, tetapi kegiatan seismiknya te…
Dari bulan Juni sampai dengan bulan Desember 1972 tercatat beberapa kali genpa volkanik. Sehingga dianggap sangat perlu melanjutkan pekerjaan diatas sepanjang tahun 1973. Untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dari gempa diatas.
Periode kegiatan G. Merapi ini dimulai sedjak Djanuari 1967 jang didahului olch auanpanas-auanpanas letusan. Disusul muntjulnja lava ba-ru.Titik kegiatan tepat pada kegiatan tahun 1961. Pembentukan kubah lava berlangsung terus, diselingi oleh awanpanas-asan-pansa guguran dan letusan.
Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
G. Kelut merupakan salah satu gunungapi yang sangat berbahaya di Jawa Timur. Setelah letusannya yang terakhir pada 26 April 1966, hingga saat ini masih tetap tenang. Meskipun telah istirahat selama lebih dari 22 tahun. Diperkirakan pada waktu sekarang ini gunungapi tersebut telah memasuki masa yang diperkirakan akan giat kembali. Oleh karena itu, sejak beberapa tahun yang lalu sistem pengamata…
Pembuatan dokumentasi di G. Semeru mempunyai beberapa saran dan makna, di antaranya : (1) Mengumpulkan sejarah kegiatan dam bencana yang ditimbulkannya; (2) Menginventarisasikan keadaan di kawasan yang dianggap sangat berbahaya; (3) Rekaman gambar berupa foto dan video.
Penyuluhan vulkanologi di G.Ciremai dilakukan dalam dua tahap atau tingkat, yaitu : (1) Ke 1 - Penyuluhan yang sifatnya sebagai informasi bagi para aparat pemerintah di tingkat Kabupaten, termasuk Muspida dan DPRD. (2) Ke 2 - Bimbingan atau penyuluhan bagi penduduk dan tokoh masyarakat setempat di wilayah yang diduga kuat merupakan kawasan yang sangat rawan bahaya, yaitu di Kawedanaan Cilimus.