Pemantauan deformasi dengan sistem pantau ungkit (tiltmonitor) di G.Slamet, mulai dipasang pada tanggal 20 Maret 1995 dengan pilihan dua lokasi sensor, yaitu di puncak G.Slamet dengan ID Controller 06 & ID Controller 07. Sedangkan kegiatan kegempaan di G.Slamet diamati secara terus menerus dengan memakai seismograf satu komponen bersistem pancar radio (RTS), model MEQ-800.
Evaluasi dan monitoring yang dilakukan terhadap kegiatan vulkanik G.Bromo diantaranya mengumpulkan data - data pemantauan (seismik ataupun visual), mengambil contoh abu hembusan dan kemudian dianalisis untuk selanjutnya digunakan mengevaluasi kegiatan G.Bromo.
Pemantauan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik merupakan suatu metoda geofisika dasar yang sangat penting. Mengingat peralatan telemetri radio buatan luar negeri (misalnya Kinemetrics dan Sprengnether) mahal, sedangkan Direktorat Vulkanologi banyak memiliki transducer buatan Hosaka type MTD (H atau V) yang belum dimanfaatkan sepenuhnya, maka perlu dicari suatu solusi yang lebih murah…
Penyelidikan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik, sampai saat ini merupakan metoda yang dapat dianggap paling tua, fundamental, dan terampuh daripada metoda lain. Peralatan, baik software maupun hardwarenya yang digunakan untuk metoda ini berkembang terus sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
Dalam memantau aktivitas G.Ciremai secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetry yang menempatkan seismometernya pada arah Timurlaut dari puncak G.Ciremai, tepatnya di bukit Nininala pada ketinggian kurang lebih 1060 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G.Ciremai di desa Sampora, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan lk. 4,5 km dari puncak G. Ciremai.
Uji coba pengukuran SP telemetry dilakukan beberapa percobaan untuk mendapatkan masukan dalam rangka perencanaan sistem pengukuran SP telemetry. Diantaranya elektroda sebagai komponen utama pada pengukuran SP membutuhkan yang dapat digunakan untuk waktu lama, baik kualitas bahan dasarnya maupun larutannya.