Pengamatan G.Dukono, G. Tankonora di Halmahera dan G. Gamalama di Pulau Ternate dilakuakan pada tanggal 17 Juli- 4 Agustus 1980. Untuk mengatahui perkembangan kegiatannya, seperti penyelidakan-penyelidikan terdahulu, terhadap gunung tersebut masih terbatas pada pengamatan secara visual dan pengukuran suhu. Dengan data yang ada sekarang, kemudian membandingkan dengan data hasil pengamatan terdah…
Dengan telah selesainya pembangunan Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) G Dukono dan G Gamkonora di Halmahera bagian utara, Propinsi Maluku Utara, maka sejak bulan Mei 1994 kegiatan G. Dukono dan G. Gamkonora baik visual, maupun kegempaannya sudah dapat dimonitor secara terus menerus oleh Direktorat Vulkanologi melalui Pos PGA tersebut. Pos PGA G Dukono terletak di Desa Mamuya (Foto 1), Kecamata…
Kegiatan G.Semeru terus menerus diamati dari 3 Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, yaitu di Argosuko, G.Sawur, dan Tawonsongo. Di Pos Pengamatan Gunung Sawur dipasang pesawat pencatat gempa 3 komponen dengan sistim jaringan tripartite.
Untuk mengetahui berapa besar letusannya dan perubahan topografi disekitar kawahnya, dilakukan pemeriksaan kawah dan pengamatan visual dari dekat. Pengamatan ini dilakukan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 1985, untuk itu, tiap hari dilakukan pendakian ke puncak Mahameru.
G. Kelut terletak dalam wilayah Kab. Kediri, Blitar, dan Malang. Sejak awal November 1989 terekam pada alat pemantau gempa adanya peningkatan kegempaan secara mencolok dan kegiatan vulkaniknya yang dicerminkan oleh peningkatan suhu air danau kawah.
Doro Api yang berarti gunungapi merupakan puncak tertinggi dan titik kegiatan G. Sangeang Api yang berada di dalam wilayah administratif Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat, pada posisi geografis 8°11' LB dan 119°3,5' BT. Gunungapi yang bertipe strato tersebut puncaknya menjulang hingga ketinggian 1949 mdpl. Tahun 1512 merupakan penampilannya yang pertama yang d…
G. Kie Besi di P. Makian yang berada dalam wilayah Kecamatan Makian, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku, termasuk salah satu gunung api yang sudah lama istirahat. Kegiatannya yang terakhir terjadi pada 1890, berarti sudah 95 tahun berdiri tegak tanpa kegiatan sama sekali. Selama masa istirahat sempat dilakukan beberapa kali pendakian puncak dan baru 5 (lima) kali berhasil mencapai dasar ka…
Pada 31 Oktober dilakukan pendakian puncak untuk menyaksikan dari dekat perkembangan yang ada di dasar kavah Semula direncanakan untuk mengambil contoh batuan dan mengukur suhu di dasar kawah, tapi hal tersebut tidak mungkin dilakukan Dinding kawah yang hampir tegak dan masih pada posisi yang labil sehingga sewaktu-waktu dapat runtuh membatalkan niat tersebut.