Inventarisasi potensi wisata G. Papandayan dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang objek wisata yang terjadi karena proses vulkanisme dan sudah dikenal, disamping itu objek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.
Aktifitas Merapi 1992, mulai teramati secara visual dari pos Pengamatan Gunung Merapi sejak 20 Januari dengan hadirnya guguran - guguran lava pijar disisi barat daya puncak Merapi.
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.
Dalam usaha menyadarkan penduduk mengenai bencana, khususnya mereka yang bermukim disekitar G. Lokon dan G. Mahawu Kabupaten Minahasa- Sulawesi Utara, perlu dilakukan penyuluhan mengenai bencana yang mungkin ditimbulkan oleh letusan gunung api di Wilayah tersebut, selain itu di informasikan pula manfaatnya. Penyuluhan yang diberikan kali ini, bukanlah yang pertama, mungkin penyuluhan yang ke se…
Pengumpulan data G. Awu dan daerah sekitarnya meliputi beberapa aspek yang berhubungan antara lain - Demografi, yang berkaitan dengan sensus jumlah penduduk yang berada di daerah bahaya dan waspada. - Sosiologi, yang berkaitan dengan pemukiman penduduk yang berada di daerah bahaya dan waspada Sedangkan pembuatan dokumentasi erat sekali kaitannya dengan - Fisiografi, letak dan posisi daera…