Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.