Kegiatan kembali ("opleving") magmatik G. Agung pada tgl. 27 Djanuari 1964, merupakan letusan2 miniatur tjorak volkanion ("vulcanina type eruption"), dengan asap2 kelabu hohitam-hitoman bergumpal-gumpal serupa kol kembang dan mentjapai ketinggian maksimal k.l. 4000 m. diatas puntjaknja. Gedjala ini ternjata merupakan detik2 penghabisan dari roda kegiatan volkaniknja sedjak tgl. 16 Februari 1963…
Adapun korban2 manusia sekeliling G.Agung akibat kegiatannja dalam tahun 1963 itu, terutama disebabkan oleh awan panas. dari pada itu, ada djuga jang disebabkan bom2 sslama kegiatan memuntjak pada tanggal 16 Mei 1963 dan karena lahar jang masih panas selama kegiatan2 masih belum mereda, segera setelah paroksismal pada tanggal 17 Maret 1963. Keadaan paroksisma ini berlangsung selama k.1 10 jam d…
Setelah tampak beberapa pulau ketjil, diantaranja Madura, maka pade djam 14.00 WIB. tampaklah kapalnya Kangean. Pendaratan pada malam hari dengan sebuah Sloop dipulau Saubi, sotolah pendaratan pada pulau lein karena kekeliruan. Mengumpulkan data-data tentang letusan G. Agung tahun 1963. Di kepulauan Kangean ini hanyalah letusa tanggal 16 Mei 1963 yang terdengar, ialah mulai pada jam 18 sampai k…
Kegiatan G.Kokon dipulau Nila masih tetap terbatas pada kawah Lavorkava, suatu tjelah dilereng selatan menenggaranja, jang mengandung titik2 tembusan fumarola2. Dua buah diantaranja merupakan tiupan ("blazers"). Tanda2 akan meningkatnja kegiatan tidak diketemukan. Air mineral dari mata-air panas Famra sebagaimana dipulau Damar tampak mustadjab. Penduduk Nila jang memakainja untuk konsumsi dan m…
Pengarang tulisan ini telah mengikuti peristiwa kegiatan efusiva G. Batur dalam tahun 1963 lengkap dari permulaan sampai achir. Setelah aliran lavanja betul2 berhenti, barulah kompleks ini ditinggalkan. Landjutan dari laporan pertama lama tertunda. Sebabnja, selama musim hudjan achir 1963 hingga awal 1964, penulis harus memusatkan perhatiannja kepada lahar2 G. Agung jang mulai berkembang dengan…
Pulau Sangeang seluruhnja dibangun oleh akibat2 kegiatan gunungapi. Letak geografinja ialah Lintang 8°11" Selatan dan Budjur 119°03 Timur, sebelah timurlaut pulau Sumbawa. Keliling pulau adalah k.l. 54 km, sedang luasnja 3 601 450 M². Titik tertinggi terletak di-puntjak Doro Api (1949 M) atau k.l. 3950 M diatas laut. Iklim sekitarnja dipengaruhi oleh 2 musim utama, musim Selatan selama kesh …
Pemetaan topografi puntjak G. Sanguang Api jang dilakukan oleh Sdr. Samud dalam tahun 1967, meliputi kawah kegiatan tahun 1964/1965 di Doro Api, ditambah daerah sekitar kawah parasit lama pada pelana Dewa mBoko. Adapun ketinggian serta letakanja kawah ini, didapat dengan mengikatkannja pada sebuah titik di Sari Buntu pada pantai Selatan pulau Sangeang, jang dapat dianggap sebagai titik nol (por…