Dalam rangka mendapatkan pola, rumusan dan metode penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung secara tuntas dan terpadu, atas kerjasama antara BARKONAS PBA dengan UNDP, UNDRO dan PMI tekah diselenggarakan lokal karya nasioanl pencegahan dan penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung dari tanggal 20 s/d 25 September 1982 di Bandung.
Gunungapi Ciremai dan sekitarnya perlu diselidiki secara terperinci untuk dan memisahkan stratigrafi rempah gunungapi tersebut disamping penelitian struktur yang lebih terperinci. Dari hasil penelitian tersebut dapat disusun peta geologi gunungapi Ciremai beserta laporannya.
Kami bertiga Sdr. E. Abdul Patah, A. Djajawinangun dan penulis tgl 17/11-1982 jam 9.30 berangkat dari Bandung mengikuti Sdr. Hadian R. yang kebetulan tugas ke Gunung Galunggung, sampai di posko Cikasasah jam 15.00.
G.Guntur adalah gunungapi paling giat di Jawa, ia menempati nomor 2, sedangkan nomor 3 diraih G.Merapi. Meskipun gunung ini menjulang tidak lebih dari 3930' di atas dataran Garut, ia sangat ditakuti penduduk, kawahnya yang bergerigi setiap tahun jarang beberapa kali absen, dibarengi suara bergemuruh melontarkan abu, pasir, dan batu, dan menutupi dataran hijau sekitarnya dengan itu.
G. Galunggung merupakan salah satu gunungapi yang meletus setelah masa istirahat yang sangat panjang, yaitu 64 tahun.
Bidang Persidangan merupakan salah satu unit pelaksana yang mengemban tugas penyelengaraan persidangan selama ber-langsungnya Lokakarya Nasional tersebut di Bandung sejak 20 September hingga dengan 25 September 1902.
Penelitian yang dilakukan oleh Tim Perancis bersama Indonesia tersebut bersifat Pendahuluan dan regional. Pada bulan Juli-Agustus 1978 penelitian dilanjutkan dengan men gunakan metoda yang sama ditambah metoda "telluric current" /metode geolistrik sebagai metoda pendamping.
Sebagaimana telah dilaporkan pada laporan hasil pemetaan tahap pertama, G.Salak adalah gunungapi tipe strato pada tingkat kegiatan fumarola dengan ketinggian 2211 m di atas muka laut dan secara administrasi termasuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
G. Galunggung terletak di dua wilayah Kabupaten, yaitu Garut dan Tasikmalaya. Daerah yang berbahaya, yaitu yang terletak di depan mulut kawah, termasuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam bulan Maret dan April 1982, penulis dan Sdr. Terry S. Melakukan penelitian geokimia daerah panasbumi komplek G. Arjuno - welirang- anjasmoro di Jawa Timur termasuk Kabupaten Malang.