From the last two eruptions of Mt.Kelut, i.e. in 1951 and 1966, remarkable changes of the crater bottom were recorded. After the 1951 eruption a lowering of 79 m and after the 1996 eruption up upheaval of 43 m was found to have taken place, as measured at the deepest sections of the crater.
Dengan Sppd No. 1400/0441/3402/88 penulis bersama Sdr. L. Djoharman, B. SC dibantu dengan Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi ditugaskan ke Gunung Galunggung dan G. Kelut untuk melakukan pengukuran deformasi ulang setiap 2 atau 4 bulan sekali. Laporan G. Kelut penulis jelaskan dalam bab berikutnya. G. Galunggung dibuat oleh Sdr.Djorhaman, B.Sc.
Penyelidikan Gaya Berat G. Lamongan dilakukan pada tanggal 23 April sampai dengan 9 Mei 1988, sebagai realisasi program Seksi Vulkanofisika yang merupakan kelanjutan penyelidikan Gaya Berat tahun 1987. Pada saat yang sama pula penyelidikan-penyelidikan dengan metoda lainnya (Seismik, Resistivity, Petrologi, Deformasi, Tilting dan Geokimia) terhadap objek yang sama.
Dalam penyelidikan Petrokimia di lapangan diperlukan penyontohan di daerah Gn. Lamongan dari produk lava dan endapan strombalian yang akan dianalisis di laboratorium menurut cara/bidangnya masing - masing.
Antara bulan September 19°7 - April/Mei 1998 diadakan penyelidikan geofisika dan kegempaan sekitar G.Lamongan diMANA menurut peyelidikan GEOMAGNIT dan penyelidikan gaYA berat terdapat patahan dengan arah utara agak kebarat ( NNW ) disekitar R, Pandan dan patahan arah timur agak keutara (ENE ) disekitar G.Kenek serta patahan dengan arah timur agak keutara ( ENE ) disekitar G. Kendeng yang pada …
Dalam tahun anggaran 1987/1988 ini, G. Lawu (Jawa Tengah-Timur) sebagai salah satu gunungapi yang termasuk dalam Rencana Kerja Seksi Penginderaan Jauh, Subdit Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Penafsirat potret udara daerah gunungapi ini dimaksudkan untuk menunjang penelitian kegunungapian misalnya: pemetaan endapan gunungapi, pemetaan daerah bahaya dan lain sebagainya yang akan dilak…