Si raksasa Lawu, yang samasekali lepas dari gunungapi lain, menjulang bagaikan suatu kerucut raksasa dari dataran Solo dan Madiun, menurut Prof. Veth agak dianaktirikan oleh para penyelidik Jawa. Hanya Junghuhn mendaki gunung ini dalam 1838 dan melukiskan masif gunungapi sesungguhnya secara teliti dan bersemangat. Pembahasan, yang oleh Veth disebut seperti dari seorang ahli, kini masih menggamb…
Tulisan dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi G. Lamongan tahap ke III yang dilakukan dari tanggal 2 s/d September 1980 serta perbaikan dari laporan sebelumnya.
Daerah penyelidikan tersusun atas satuan batuan mulai dari batuan malihan hingga aluvium, mencakup berbagai formasi sedimen dan batuan gunungapi. Inventarisasi menunjukkan potensi bahan galian yang beragam, antara lain bentonit, kaolin/illit, pasir kuarsa, andesit–basal, trass, marmer, belerang, fluorit, dan lainnya. Beberapa komoditas dinilai prospektif, terutama bentonit di Pulau Pengas dan…
Salah satu kebutuhan akan bahan pupuk, dapat diharapkan dari unsur kalium yang terdapat di dalam batuan. Man rut laporan terdahulu, jenis batuan kaya kalium banyak terdapat di sekitar Gunung Muria di Jawa Tengah (Boom gaart 1937, Fermin 1937).
Daerah Riau memiliki jenis bahan galian yang begitu kompleks dengan litologi yang terdiri dari batuan metamorf, batuan sedimen, batuan terobosan dan batuan vulkanik. Secara struktur, daerah ini merupakan bagian dari cekungan Sumatera Tengah yang didominasi oleh batuan sedimen tersier. Beragam penemuan di daerah Riau menunjukkan adanya harapan baik untuk pengembangan potensi timah dan logam lain…
Dari tanggal 10 Mei 1981 sampai dengan tanggal 29 Mei 1981 saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi untuk mengadakan pengukuran peningkatan lokasi - lokasi titik pengukuran kelandaian lereng (Benchmark) dengan titik triangulasi yang ada disekitarnya menurut SPPD No. 278/P/81, tanggal 9-5-81.
Salah satu program kesekian pemetaan geologi gunungapi, sub direktorat pemetaan gunungapi Galunggung Jawa Barat.
Pengamatan seismik terhadap gunungapi tipe A yang sudah istirahat merupakan suatu keharusan. Data yang di-peroleh dari hasil pengamatan dalam keadaan tenang akan berguna sebagai bahan pembanding pada waktu-waktu menda-tang.
Di daerah pegunungan Dieng mempunyai dua buah gunung api yang digolongkan tipe & yakni . G. Butak petarangan dan komplek Dieng. Kedua gunung api tersebut seringkali menunjukkan peningkatan kegiatan atau letusan yang umumnya bersifat freatik. Korban yang jatuh kebanyakan disebabkan oleh gas racun yang keluar dari lobang letusan lama. Kegiatan terakhir terjadi pada 20 Februari 1979 di Kawah Timba…