Dalam peninjauan pada tanggal 14 Desember 1961, peninjauan menerangkan sbb: yang sudah selesai baru Rumah pesawat dan rumah agregaat.
Daerah Maribaja penampungan/pertemuan 4 buah sungai jang langsung ke S. Tjikapundung terus mengalir ke Selatan lewat tengah kota Bandung.
Sepandjang lembah S. Tjimudjja merupakan merupakan daerah bahaja sampai dimuara dengan S. Tjiasem
Perjalanan ke G. Merapi (Plawangan - Babadan) dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal 26 Maret - 14 April 1959.
The Kawah Ijen in East Jawa is also a volcano with a craterlake.
Keadaan Kawah Idjen dari tanggal 5 s/d 10 September 1957 : Cuaca tiap pagi cukup terang, angin sering meniup kencang dari arah tenggara. Sekitar kawah sering gelap terganggu dengan asap air telaga dan asap solfatara.
Dipuncak pegunungan Idjen terdapat 3 buah bangunan rumah, masing - masing letaknya berjauhan, yaitu : (1) Pondok Kawah Idjen; (2) Pondok U.G.A. (Pos Urusan G.Api) sebelah Selatan; (3) Pondok U.G.A. (Pos Urusan G.Api) sebelah Utara.
Dengan adanja laporan harian dari petugas G. Tangkuban Prahu via Tankset, pada djam 12.30 tg. 8/1 1955 dan tg. 18/1 1955. dengan waktu jang bersamaan maka pimpinan UGA setelah mengadakan penjelidikan, maka pada tgl. 25/1 1955.- jang telah lalu, penulis ditugaskan untuk mengadakan pengamatan ke gunung tersebut dintas.
Saat penyelidikan ke puncak dilakukan pada tanggal 3 Agustus 1955. Pada waktu tersebut keadaan cuaca buruk, kabut dan hujan selalu mengganggu, kadang - kadang datang angin kencang sehingga tidak bisa membuat gambar/potret yang baik.
Solfatara G. Wayang dalam banyak segi sangat ganjil. Di sini orang melihat banyak gejala alam menjadi satu, yang sesuai dengan yang dari solfatara lain di Jawa, di sini namun tampak lebih jelas dan lebih mudah dapat diamati.