G. Batur terletak dibagian dalam Kaldera Batur, di dalam Kaldera juga terdapat sebuah danau yang terletak disebelah Timur-Tenggara dari puncak G.Batur. Tinnggi puncak G.Batur 1717 m di atas muka laut. Untuk memantau kegiatan G. Batur saat sekarang maupun yang akan datang, telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang dilengkapi dengan satu unit seismograf, yang dioperasikan oleh 2 orang petugas.
Secara visual peningkatan kegiatan G.Lewotobi laki - laki sejak th. 1990 diawali dengan hembusan asap kawah setinggi lk. 200 m di atas puncak yang teramati pada akhir Januari 1990. Kemudian letusan terjadi pada tanggal 17, 18 Februari, 2 dan 3 April 1990. Letusan abu terjadi lagi pada 11 Mei 1991, dan berlanjut samapi dengan 26 Oktober 1991. Setelah istirahat 275 hari, G.Lewotobi Laki - laki me…
Pengamatan terhadap tingkah laku G.Agung dilakukan dari 3 Pos Pengamatan, yang terletak di Rendang, Budakeling dan Batulompeh. Selain pengamatan visual juga pengamatan kegempaan/seismik yang dilakukan dari Pos Rendang dengan menggunakan seismograf sistim telemetry jenis Kinemetrick PS-2 yang terpasang sejak Mei 1988.
Letusan yang tiba -tiba terjadi di deretan pegunungan sebelah selatan Kota Ruteng, yang dikenal dengan nama G.Mandosawu, amat mengejutkan kalangan ilmuwan kegunungapian. Betapa tidak, deretan pegunungan di Flores itu, telah lama diketahui sebagai deretan gunungapi yang mati. Tidak ada suatu gejala gunungapi pun nampak di igir pegunungan yang merentang dari barat ke timur itu. Setidaknya, selama…
Gunungapi Ebulobo di Nusa Tenggara Timur/Flores merupakan salah satu gunungapi yang mendapat perhatian, sehingga tim petrologi/geokimia dikirim untuk melakukan penelitian. Meoda penyelidikan ini dimaksudkan untuk meneropong perilaku perut gunungapi yang telah dan sedang berjalan. Pelaksanaan tugas ini mendapat pembiayaan dari APBN melalui Anggaran Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, Ta…
Salah satu penanggulangan bencana gunungapi, Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi akan melakukan penyuluhan penduduk di sekitar G.Lereboleng, tetapi untuk tahap sekarang baru berupa pendataan penduduk di dalam daerah bahaya G.Lereboleng, yang kelak dapat digunakan sebagai bahan penyuluhan. Pendataan penduduk dilaksanakan dari tanggal 8 sampai 27 Mei 1992, oleh 3 orang petugas, Su…
Pada 20 Agustus 1985 dengan Sppj no. 1655/P/85 dan no. 1656/P/85 Phillips Kasturian dan Sdr. S. Wikartadipura ditugaskan ke G. Sangeangapi. Pulau Sangeang terletak sebelah timurlaut Pulau Sumbawa, Kabupaten Bima, posisi geografi 8 11 Lintang Selatan dan 119° 35' Bujur Timur.