Pemetaan kawasan rawan bencana Gunung api Tempang dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyek penyelidikan dan pengamatan gunung api. Pemetaan dilakukan oleh seksi pemetaan daerah bahaya Sub Dit Pemetaan Gunung api. Maksud dari pada pemetaan kawasan rawan bencana Gunung api Tempang adalah membuat batas daerah - daerah yang mungkin akan terlanda bencana apabila gunungapi tersebut menunjukkan penin…
Di sekitar puncak G. Soputan terdapat beberapa buah kerucut parasit antara lain kerucut G. Aeseput, Weru, kerucut G. Aeseput, Weru, Reindengan, Kalelondei, Manimporok, dan G. Kelewung. Kerucut-kerucut tersebut umumnya bertindak sebagai benteng alam yang dapat membendung aliran lava dan piroklastik apabila terjadi letusan dikawah pusat.
G. Soputan mempunyai tiga kawah yang aktif secara bergiliran yaitu kawah Utama, kawah G. Aeseput dan Aeseput Weru ( parasit). Kawah Utama terletak dipuncak G. Soputan berukuran 600 X 450 m, kawah G. Aeseput berukuran lk 250 x 240 m terletak pada satu krucut sekitar 1 Km sebelah timur laut Kw Utama. Kerucut lainnya terbentuk pada tahun 1915, ketika itu terjadi letusan samping dan leleran lava ke…
G. Colo bertipe strato dan berdanau kawah serta mempunyai ketinggian 588 mdpl, terletak pada posisi 0° 10' Lintang Selatan dan 121° 36,5' Bujur Timur merupakan satu-satunya gunung api di kawasan Teluk Tomini Provinsi Sulawesi Tengah. Gunung api ini terletak memanjang di sepanjang Pulau Una - Una yang merupakan pulau subur. Pada umumnya penghasilan pulau ini adalah kopra. Karena suburnya pula…
G. Tangkoko (1149m) merupakan gunung api strato yang terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Gunung api ini memiliki sebuah parasit, yaitu G. Batuangus. Posisi geografi G. Tangkoko terletak pada 1°31' Lintang Utara dan 125°11,5' Bujur Timur, sedangkan G. Batuangus terletak pada 1°30,5 Lintang Utara dan 125°13' Bujur Timur. Letusan besar dari G. Tangkoko terjadi dalam tahun 1801, de…
Gunung api Ruang (+714 m) yang merupakan gunung api strato solitaire berbentuk kerucut terpancung (dibangun oleh aliran lava dan endapan piroklastik), merupakan sebuah gunung api yang tumbuh di lingkungan laut membentuk sebuah pulau yang tingginya dari dasar laut 1700 m (Kemmerling, 1923). Pelamparan gunung api ini berkembang bebas membentuk lereng landai ke sebelah utara hingga ke pantai, seda…
Gunung api Lokon termasuk kedalam wilayah Kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis gunung api ini terletak pada 1°21'30" Lintang Utara dan 124°43'30" Bujur Timur (Gambar 1). Gunung Lokon terdiri dari dua puncak yaitu Gunung Lokon dan Gunung Empung. Puncak tertinggi dari Gunung Lokon yaitu 1580 m dpl disini terdapat pilar triangulasi P112, sedangkan punc…
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Soputan ini, maka telah dibuat 5 buah titik ukur di sekitar kawah/puncak dan dinding kaldera Soputan di bagian timur puncak Soputan, dimana pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor/cermin maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measurements) dan juga kelak dapat digunakan untuk titik t…
Penelitian Petrologi dan geokimia batuan merupakan salah satu komponen yang tidak bisa dipisahkan dari penelitian gunung api. batuan yang merupakan hasil aktivitas gunung api pada hakekatnya merupakan cermin dari magma yang selama perjalanannya ke permukaan telah melalui berbagai proses kesetimbangan fisik dan kimia.
Gunung api Karangetang terletak diujung P Siau Kabupaten Sangir Talaud, Sulawesi Utara. Ketinggian puncaknya 1784 m. Kawahnya berupa deretan kawah sepanjang jarak seluruhnya 500 m yang berada dipuncaknya. Gunung api ini termasuk tipe A. Kegiatan gunung api ini tercatat tahun 1675. Sejak tahun 1675, tercatat paling tidak 40 kejadian letusan. Letusan gunung api Karangetang terakhir yang membawa k…