Selama ini seismisitas masih menjadi faktor terpenting dalam menentukan tingkat aktivitas menjelang krisis. Namun pada erupsi 2006, disamping data seismik, data EDM juga berperan dalam penentuan tingkat aktivita G. Merapi. Aktivitas baru yang mengarah ke letusan tanggal 14 Juni 2006 sebenarnya sudah terdeteksi dari perubahan yang nampak pada data pengukuran EDM dari Pos Babadan tahun 2003.
Keberadaan sebuah gunungapi di suatu wilayah membawa dua hal yang saling berlawanan. Keberadaannya bisa menguntungkan karena mendukung perekonomian penduduk sekitarnya baik dari bidang pertanian ataupun pariwisata. Tetapi dari sisi lain gunungapi juga menyimpan bahaya yang dapat merusak kehidupan.