G. Gamalama yang juga disebut Piet van Ternate atau G. Ternate. (1715 m), terletak di Pulau Ternate, merupakan gunungapi strato dan termasuk salah satu gunung aktif di Indonesia. Dalam sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan bermula pada tahun 1538, Hingga kini telah terjadi sebanyak 74 kali peningkatan. Letusan terakhir terjadi pada 9 Agustus 1983.
Rombongan ke II untuk Urusan Volkanologi telah ber-siap sedjak achir bulan Maret 1961, totapi disebabkan oleh sukarnja pengangkutan antara Djakarta - Endeh, maka tugas ini baru dapat dilaksanakan pada tgl.26 April 1961. Berangkat dari Djakarta dengan Kapal Pelni "WATUDAMBO". Rombongan ke II ini terdiri dari Instansi2 jang dipandang dapat mengatasi hal2 jang dibutuhkan oleh Daerah, jang sedang d…
Sesuai dengan rancana kerja Seksi Penganggulangan Bahaya/Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunung Api. Pada tangaal 1 Oktober 1982 saya, bersama Sdr. A. Djuhara W dan Sdr. Djadja Sumpena dengan Sppd masing masing No. : 2124/P/82, 2125/P/82, 2126/P/82 ditugaskan ke daerah Maluku Utara untuk mengadakan Pemetaan daerah bahaya dan pemeriksaan puncak gunungapi Malumpang Warirang di Pulau Halmaher…
Dari djarak djauh telah tampak G. Lewotolo jang berada di semenandjung pulau Lomblen (Lembata) sebelah Utara, dengan tampak selalu asap keluar dari kawahnja jang tempo2 tjukup tebal, dari Hadekewa asap tampak keluar dari puntjak dan lereng atas sebelah Timur dan Tenggara. Ili Lewotolo oleh rakjat disekitar gunung umumnja dipandang keramat, rumah-rumah berhala masih banjak terdapat disekitar G.A…
Gunung api Tokoko dan Batu Angus terletak pada sambungan garis lemah yang menghubungkan G. Klabat dan G.Dua Saudara. Gunung ini merupakan gunung api strato dan terletak didaerah terpencil sekitar kecamatan Bitung. Sifat dari gunung api ini jika meletus tidak ada tanda sebelumnya
G. Lokon merupakan ujung paling Utara deretan gunung api di Minahasa, di samping G. Mahawu. Puncak gunung ini yang sesungguhnya (s.113 dan s.115) adalah datar, tidak mempunyai lubang kawah. Kegiatan-kegiatan juga tercatat sejak abad permulaan hingga tahun 1800 ialah pada kawah Empung. Kegiatan-kegiatan disinilah yang menyebabkan jatuhnya korban manusia penduduk setempat.
Pemetaan geologi bersistem Lembar Aru dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pelita III Tahun keempat.. Tujuan pemetaan ini adalah melakukan penyelidikan geologi dan mineral yang hasilnya dinyatakan dalam bentuk peta geologi bersekala 1 : 250.000. Laporan ini diharapkan dapat menunjang keperluan inventarisasi sumberdaya mineral dan energi serta program pengembangan wilayah tersebut.
Tanggal 12 Juli 1960.- djam 08.00 W.s. kapal sampai di Larantuka. Rombongan ekspedisi Flores Timur (Amdijad, Soedarso dan O. Roekman) sesampainja di Larantuka, terus menemui Kepala Daerah Larantuka dan Bapak Radja (Kepala Swapradja Lomblen) di Larantuka