G. Papandayan, tinggi 2665 m dari muka laut, adalah salah satu gunungapi aktip di daerah Jawa Barat. Letaknya di Kabupaten Garut pada posisi astronomis 7 derajat 19' Lintang Selatan dan 107 derajat 44' Bujur Timur.
Dalam rangka pengumpulan bahan informasi, sejalan dengan rencana kerja Pelita IV, th.4/1987-1988, melalui rekomendasi dan pengarahan oleh Kepala Sub Direktorat Penyuluhan dan Dokumentasi selaku Staf Pembina Proyek telah dilakukan kegiatan lanjutan pendataan kependudukan berikut pengamatan atas kondisi lingkungan di dalam daerah bahaya gunung api Tangkubanparahu.
The Quaternary volcanic rocks of Wilis Mountains can be divided into three morphocets : i.e the Jeding - Patukbanteng Morphocet, the Pawonsewu Morphocet, and the Argokalangan Morphocet. A sub-division of a morphocet is called a "morphonits", and eight morphonits have been recognized.
G. Lamongan (+1670 m) terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur yang meliputi Kab. Lumajang dan Probolinggo. Gunung ini merupakan gunungapi strato yang giat (Tipe A) diapit oleh Gunungapi Tengger di sebelah barat dan Gunungapi Iyang ar gopuro di sebelah timurnya
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengemba ngan Laboratorium Gunungapi Anggaron 1986-1987 maka dalam anggaran tersebut, rencana kerja Sus Ti Petrokimin ba than,air ddan gas G. Lamongan tertuju kepada G. Lamongann d an sekitarnya.
Untuk memenuhi kekurangan data lapangan di daerah yang telah disebutkan ang telah disebutkan di atas pada titik (2) yaitu itu dengan pengambilan conto batuan dari sing- kapan tertentu untuk kelanjutan penganalisisan kimia batuan di labora torium dan pemeriksaan petrografi batuan
This Volcano is known as very dengerous, because its eruptions always caused victims and destroyed of arable land. The origin of the disaster because its has a crater lake on its summit, which is in ejected during each eruption.
Tujuan utama adalah penyelidikan Geologi lapangan beserta pengumpulan conto batuan disekitar daerah Pegunungan Dieng. Kemudian akan diadakan penelitian petrografi melalui sayatan tipis dan penelitian analisis petrokimia batuan.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
Atas catatan sejarah erupsi G. Papandayan, maka yang sangat penting dalam kegiatan gunungapi ini adalah produk letusan 1772 sebagai letusan yang menghasilkan debris apalanche. Oleh karenanya ke 4 penasihat akhli ini bersama-sama dengan tim-tim dari Pemetaan Geologi G. Api, Penanggulangan Bencana, Petrokimia bermaksud untuk menyelusurinya.