Gunung Bromo termasuk gunungapi type A yang sampai sekarang masih melakukan kegiatan. Oleh karena itu peme taan geologi ini diharapkan memberikan gambaran tentang sejarah perkembangan geologi gunungapi tersebut.
Dari potret udara dapat ditafsirkan jenis litologi, bentuk penyebaran, struktur serta morfologi sedangkan dari landsat dapat ditafsirkan jenis litologi, struktur dan batas daerah penyebaran hasil kegiatan gunungapi secara umum.
Aktifitas Galunggung (April 1982) menghasilkan 3 macam bencana, yaitu; (1)Bencana aliran lahar panas dan dingin; (2) Aliran "awan-panas" yang mengikuti alur sungai (Dari Ps. Ngemplong - Sinagar) yang mencapai jarak 6 km; (3) Semprotan terarah (directed blast) yang mencapai jarak 3 km dari kawah Galunggung (G.Jadi -Ps. Ngemplong).
Salah satu program seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub direktorat Pemetaan Gunungapi perioda 1981 - 1982 adalah penelitian geologi Gunungapi Galunggung Jawa Barat. Di sini dilaporkan kemajuan hasil sementara pemetaan geologi daerah Gunungapi Galunggung Jawa Barat selama sebulan.
Disekitar G.Merapi telah dipasang 8 (delapan) petak dan jalur lokasi -lokasi Benchmark masing - masing : di Selo, Krinjing, Babadan, Plangan, Maron, Ngrancah, Sidorejo (Deles) dan Gumuk Petung.
Hingga akhir Mei 1981 disekitar G.Kelut telah dipasang enam petak lokasi Benchmark masing - masing : di Mangli, Sumber Petung, Margomulyo, Bambingan, Gajahmungkur, dan G.Pedot, dimana empat petak lokasi Benchmark yang disebut dari pertama dibuat sejak Desember 1979, sedang dua petak Benchmark yang terakhir dibuat bulan Februari 1981.
Sebagai upaya mendukung kebijakan diversifikasi energi Departemen Pertambangan dan Energi, P.P.T.I.M membangun tungku percontohan pembakaran bata genteng berbahan bakar batubara di Desa Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil uji menunjukkan angka konsumsi batubara sebesar 0,23 per bata matang dengan waktu pembakaran 60 jam dan tingkat keberhasilan p…
G.Merapi terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta-Daerah Tingkat II Magelang dan Boyolali dan Klaten. Jaraknya dengan kota Yogyakarta, Magelang dan Boyolali masing - masing 30, 26 1/2 dan 17 1/2 km. Para pendaki umumnya naik dari arah utara yang lebih mudah dibandingkan dengan dari selatan.
Tulisan dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi G. Lamongan tahap ke III yang dilakukan dari tanggal 2 s/d September 1980 serta perbaikan dari laporan sebelumnya.