Pertengahan bulan Oktober 1970 telah berangkat rombongan dari saksi penelitian Gn. Api Dinas Volkanologi menuju daerah wonosobo gunung Sundoro yang geografinya 109° 59'30'' B.T 7° 18' U.S.
Pada pertengahan bulan September 1971 telah berangkat regu penelitian/pemetaan Gunungapi dari seksi penelitian gunungapi menuju gunung Dieng Jawa tendah dengan memepergunakan kendaeraan dinas Landover D. 4946.
Tujuan utama pengamatan ini adalah mempelajari kegiatan seismik lokal (local seismicity) dari G. Dieng; jang dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan letusan gunung api di daerah G. Dieng dalam waktu dekat ini
Maksud dari pekerjaan ini, untuk membuat laporan peta daerah bahaya G. Kelut secara agak populer yaitu selain batas daerah terlarang dan batas bahaya I, batas daerah bahaya lahar ditarik sedemikian rupa,sehingga pihak ketiga (inatansi lain) dapat dengan mudah menggunakan peta ini, untuk kepentingan pengendalian lahar dan lain-lain.
Laporan ini merupakan Laporan Daerah Bahaya Sementara dari gunung-gunung api di dataran tinggi Dieng, yangmenurut data dari laporan-laporan lama dan penelitian regu waktu itu dianggap berbahaya. sebenarnya sebagian Daerah Bahaya dari Pegunungan Dieng ini pada bulan September 1971 telah dipetakan oeh satu regu pemetaan Daerah Bahaya selama lk.. 2 minggu dibawah pimpinan Sumarna Hamidi B. SC.
Letusan dengan awan panas jang terdjadi dalam bulan April 1967 mengiringi terbentuknja kubah lava baru dalam bres Batang. Pertumbuhan kubah lava berdjalan terus hingga awal bulan Oktober 1967. Pada saat mana kemudian terdjadi letusan dengan awan panas jang mengakibatkan longsornja sebagian besar kubah lava tersebut.
Penempatan seismometer yang sudah demikian dekat pada titik kegi- atan ternyata sedikit sekali menangkap/mencatat gempa volkanik. Seluruh pencatatan didominasi oleh gempa tektonik. Suatu kenyataan bahwa dalam keadaan tenang/normal kegiatan seismiknyapun menunjukkan ketenangan pula. Berbeda dengan gunungapi lainnya, meskipun kegiatan yang tampak di permukaan tenang, tetapi kegiatan seismiknya te…
Buku ini berisi Morfologi, Uraian hasil penelitian, Daerah Bahaya Sementara, dan Kesimpulan
G. Lamongan adalah gunungapi bertipe A/magnatis (Bommelen 1941), jang terletak diketjamatan Klakah, Ka-bupaten Lumadjang dan mempunjai ketinggian 1651,4 atr. Disekitar gunung ini terdapat beberapa Ranu2 (Haar) ser-ta bukit2 lava (bocca). Soolah-olah merupakan gunung-api jang mempunjai banjak mata air (Kemmerling 1920, hal. 24). Sedjak tahun 1799 sampai dengan tahun 1898 ter-tjatat 38 kali letus…
endapan lahar didalam sungai merupakan gundukan-gundukan pulau berbentuk teras-teras terdiri dari pasir, kerikil dan bongkah-bongkah besar. Endapan tersebut diperkirakan masih mudah dibawa air.