Sirung adalah suatu kaldera yang terletak di bagian selatan P Pantar dan merupakan pegunungan barat daya.
Gunung Ili Boleng yang terletak di Pulau Adondra dengan titik ketinggian 1659 bukan merupakan monokoid lagi, sebab disamping dua gunungapi parasiter di lereng tenggara terdapat pula 4 kawah dipuncaknya, dua diantaranya cukup besar. Dari hasil penelitian kawahnya, yang masih menunjukkan kegiatan solfatara, adalah kawah yang terbesar yang terletak di lereng baratlaut dengan dua buah kelompok solf…
Pada tanggal 11 September 1973, telah berangkat satu regu dari Seksi Penelitian Gunungapi, untuk mengadakan penelitian/pemerik saan dan pembuatan film dokumentasi terhadap 3 (tiga) buah gunung-api, yaitu di Pulau Bali Gunung Agung, Batur dan di Pulau Lombok ialah satu-satunya Gunungapi Rinjani.
Pada tanggal 30 September, perjalanan menuju ke Gunung Batur dilakukan/dimulai dari Pesanggrahan Kintamani, regu terdiri dari Sdr. A.D. WIRASAPUTRA, N. MIDRA dan penulis sendiri. Berangkat dari Kintamani pukul 06.30 melalui jalan ke Kampung Yehwampah, dan setibanya di kampung tersebut regu mencari tenaga sebagai petunjuk jalan 2 (dua) orang. Dan setelah dapat kemudian per-Jalanan dilanjutkan me…
Gunung Rinjani (3726 meter) salah satu gunung di Nusatenggara Barat yang masih digolongkan kedalam gunungapi yang aktip dan paling tinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci. Rencana semula untuk mengunjungi Gunung Rinjani ini pada tahun 1969, dalam rangka penelitian dan pemetaan daerah bahayanya. Berhubung pada waktu itu penulis baru datang menyelesaikan tugas berat ialah penelitian dan pemeta…
Gunung Lereboleng disebut juga Lewonc, Leweno, Lewero, Leworoh, Ili Burak. Dikalangan rakyat nama gunungapi ini adalah Ili Lero-boleng. Gunung ini terletak di Kabupaten Flores Timur, Kecamatan Wulanggitan. Selesai pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Le-wotobi laki-laki dan Lewotobi Perempuan, penulis bersama-sama Sdr. Komar (topografiawan) dan Sdr. Joseph Boe (pengamatedari Keli-mu…
Pekerjaan ini merupakan lanjutan dari rencana Seksi Penelitian Gunungapi dalam PELITA I tahun ketiga untuk mengadakan penelitian puncak dan penelitian daerah bahaya gunung-gunungapi di Nusatenggara Timur. Penulis bersama dua orang juru ukur dan dua orang pengamat mendapat tugas didaerah Flores Timur, dimana dalam waktu kurang lebih 3 bulan diinstruksikan untuk mengadakan penelitian gunung - gun…
Gunung Batur telah meletus pada tanggal 12 Maret 1974. Aliran lava terjadi pada tanggal 17-3-1974. Menurut laporan yang didapat dari Kleang (Kepala Kampung) Yehmampah, bahwa berakhirnya pengeluaran lava dari titik kegiatan pada awal bulan Juni 1974. Pusat/titik kegiatan terjadi dikomplek gunung Batur III, titik kegiatan tersebut terjadi pada lereng sebelah barat Gunung Purakawanan. Nama Gumung …
G. Batur meletus pada tgl. 12 Maret 1974, dan lava meleler. Penyebaran leleran lava jauhnya mencapai 2.000 m dan lebar maksimum 900 m (lebar rata rata 500 m). Tebalnya setelah diadakan pengukuran lanjutan sebagai berikut: tebal bagian ujung timur rata rata 4 m, bagian tengah lk. 10 m dan pada tepi ujung sebelah barat rata rata 7 m, tebal rata rata seluruhnya 7 m. Penyebaran leleran lava 1974 in…
Dalam pelaksanaan rencana kerja Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi triwulan I tahun 1975/1976 Sdr. Tumpal Situmorang dan Sdr. Sajiman bersama penulis ditugaskan ke G. Hobal dan G. Ili Werung di P. Lomblem, untuk mengadakan penelitian gunung - gunung tersebut. Pekerjaan ini dilakukan sehubungan dengan pemunculan gunungapi baru di dekat G.Ili Werung sejak bulan Desember 1973 dan kegiatannya …