Selama tahun 2008 Gunungapi Soputan mengalami erupsi dua kali yaitu pada 6 Juni dan 6 Oktober. Kegiatan pada 6 Juni 2008 dicirikan dengan erupsi esplosif yang menghasilkan awan panas dan abu. Sedangkan pada kegiatan 6 Oktober 2008 dicirikan dengan guguran-guguran lava dan erupsi abu. Distribusi awan panas dan luruhan (surge) masih tercakup dalam Kawasan Rawan Bencana III dengan jangkauan bom vu…
Komplek Lokon terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung. Puncak tertinggi terdapat di G. Lokon yaitu 1580 m di atas permukaan laut. Di ouncak G. Lokon terdapat triangulasi P112, sedangkan puncak G. Empung berketinggian 1340 di atas permukaan laut. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m di atas permukaan laut) yang merupakan kawah aktif…
Sejak tanggal 11 Agustus 2007 status kegiatan G. Karangetang dinaikkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III), kemudian pada tanggal 18 Agustus 2007 statusnya dinaikkan lagi menjadi Awas. Untuk mengevaluasi kegiatan G. Karangetang tersebut makan Pusat Vulkanologi menugaskan satu tim tanggap darurat ke G. Karangetang. G. Karangetang merupakan gunungapi paling aktif saat ini khususnya …
Wilayah kepulauan Indonesia merupakan daerah lawan bencana alam termasuk bencana letusan gunungapi. Berdasarkan statistik dalam tahun 1900-1999 di Indonesia terjadi 224 kejadian bencana alam yang diantaranya 15% ditimbulkan oleh letusan gunungapi. Dalam kejadian tersebut 18.000 jiwa atau 31% dari 59.743 jiwa akibat bencana alam. Hampir setiap tahun tercatat sedikitnya satu gunungapi di Indonesi…
Dalam bulan Agustus 2007, kegiatan letusan G. Karangetang meningkat yang dicirikan dengan semburan material pijar, letusan abu, leleran lava, guguran-guguran lava serta terjadinya awan panas guguran. Salah satu metoda pengamatan yang dipakai untuk mengamati kegiatan G. Karangetang yaitu dengan deformasi memakai EDM. Dari hasil pengukuran EDM periode Juni 2007 dan Agustus 2007 diperoleh perkiraa…
G. Ruang merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia. Gunungapi yang berada di Laut Sulawesi tersebut mempunyai tipe strato dan merupakan salah satu dari Gugusan Sangihe. Kegiatanterakhir G. Ruang berupa letusan magmatik pada tanggal 25 September 2002 yang menghasilkan abu letusan yang menutupi seluruh P. Ruang serta aliran awan panas yang melanda sebagian wilayah selatan dan tenggara. Ak…
Gunungapi Batur merupakan gunungapi aktif yang sewaktu-waktu dapat meletus. Berdasarkan sejarah, kegiatan letusan G. Batur mulai diketahui 1804 dan terakhir meletus tahun 2000. Sejak tahun 1922 periode istirahat letusan G. Batur dominan pendek yaitu 1 tahun hingga 3 tahun, kecuali letusan tahun 1963 dan tahun 1994 dengan waktu istirahat masing-masing 37 tahun dan 20 tahun.
Gunung Sirung merupakan gunungapi aktif yang terletak di sebelah selatan P. Pantar. Erupsi G. Sirung tercatat sebanyak sepuluh kejadian sejak tahun 1852. Letusan terakhir terjadi tahun 2004 yaitu berupakan letusan freatik yang menghasilkan abu tipis di sekitar puncak. Bila dilihat dari kegiatan letusan selama 10 tahun terakhir G. Sirung merupakan gunung paling aktif di Flores bagian timur.
Gunung Sangeangapi termasuk gunungapi tipe A. Gunungapi ini tercatat sedikitnya 9 kali meletus sejak tahun 1600. Salah satu karakteristik letusan G. Sangeangapi adalah periode erupsinya relatif lama bisa berbulan-bulan seperti pada letusa tahun 1964, 1985, dan 1997. Letusan terakhir menghasilkan sumbat lava. Sumbat lava tersebut tumbuh membesar dan menghasilkan guguran lava.
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.