Gunungapi Batur merupakan gunungapi aktif yang sewaktu-waktu dapat meletus. Berdasarkan sejarah, kegiatan letusan G. Batur mulai diketahui 1804 dan terakhir meletus tahun 2000. Sejak tahun 1922 periode istirahat letusan G. Batur dominan pendek yaitu 1 tahun hingga 3 tahun, kecuali letusan tahun 1963 dan tahun 1994 dengan waktu istirahat masing-masing 37 tahun dan 20 tahun.
Gunung Sirung merupakan gunungapi aktif yang terletak di sebelah selatan P. Pantar. Erupsi G. Sirung tercatat sebanyak sepuluh kejadian sejak tahun 1852. Letusan terakhir terjadi tahun 2004 yaitu berupakan letusan freatik yang menghasilkan abu tipis di sekitar puncak. Bila dilihat dari kegiatan letusan selama 10 tahun terakhir G. Sirung merupakan gunung paling aktif di Flores bagian timur.
Gunung Sangeangapi termasuk gunungapi tipe A. Gunungapi ini tercatat sedikitnya 9 kali meletus sejak tahun 1600. Salah satu karakteristik letusan G. Sangeangapi adalah periode erupsinya relatif lama bisa berbulan-bulan seperti pada letusa tahun 1964, 1985, dan 1997. Letusan terakhir menghasilkan sumbat lava. Sumbat lava tersebut tumbuh membesar dan menghasilkan guguran lava.
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
G. Rokatenda termasuk gunungapi aktif tipe A, dengan catatan letusan sebanyak 8 kejadian sejak tahun 1928. Periode istirahat G. Rokatenda bervariasi antara 1 hingga 35 tahun. Letusan yang banyak menimbulkan korban jiwa terjadi pada tahun 1928, yaitu sebanyak 266 orang meninggal dunia. Dari hasil penelitian geologi foto disimpulkan bahwa periode kegiatan G. Rokatenda dibagi dalam 4 tahap, dimana…
Pada tanggal 19 sampai dengan 30 Juni 1993, Penulis bertugas di G. Anak Ranakah yang terletak di Kabupaten Manggarai Propinsi Nusatenggara Timur. Tulisan ini merupakan salah satu laporan perjalanan ke G. Sangeangapi dan G. Anak Ranakah. Pekerjaan yang dilakukan di G. Anak Ranakah yaitu pemeriksaan puncak/kawah, perbaikan seismograf dan melakukan pengamatan visual serta gempa. Pemeriksaan puncak…
Maksud kegiatan lapangan yang dilakukan di G. Sangeangpi dan G. Lewotobi pada Juni 2000 adalah melakukan pengamatan dengan cara visual dan kegempaan. Pada kesempatan tersebut dimanfaatkan pula memelihara dan memperbaiki seismograf. Seismograf di G. Sangeangapi berhasil diperbaiki dan telah beroperasi dengan baik, sedangkan di Lewotobi belum berhasil karena tidak ada cadangan seismometer.
G. Lewotobi Laki-laki dan G. Lewotobi Perempuan adalah gunungapi aktif di P Flores. Secara administratif kedua gunung tersebut terletak di Keca,atan Wulanggitang. Kabupaten Flores Timur, Nusatenggara Timur. G. Lewotobi Laki-laki berbentuk kerucut runcing, tingginya 15854 m dpl. Kawahnya berdiameter 400 m berbentuk bulan sabut, terbuka ke arah utara. erupsi G. Lewotobi Laki-laki diketahui sejah …
G. Ililewotolo merupakan gunungapi aktif yang terletak di bagian utara Pulau Lomblem (Lembata). Tinggi puncak G. Ililewotolo 1319 m dari permukaan laut. Secara administrasi G. Ililewotolo termasuk pada wilayah Kecamatan Iliape, Kabupaten Lembata. Kegiatan erupsi G. Ililewotolo telah terjacatatn 9 kejadian sejak th. 1660, yaitu terjadi pada th. 1660, 1819, 1849, 1852m, 1864, 1889, 1920, 1939, da…
Pengamatan Seismik G. Agung dan G. Batur dipusatkan di pos pengamatan terpadu (regional center) di Rendang. Sinyal seismik dari masing-masing station dipancarkan ke Pos Pengamatan terpadu di Rendang dalam bentuk analog. Selanjutnya sinyak seismik tersebut diubah menjadi data digital. Gempabumi yang terekam oleh seismograf dalam periode Agusttus 2000 - Januari 2001 umumnya gempa tektonik.