Di puncak G. Kelimutu terdapat tiga kawah dengan warna air yang berbeda. Dalam periode tahun 1980 hingga 2000 air kawah tersebut sering berubah. Perubahan warna air kawah yang paling serting terjadi ialah di Kawah Tiwi Ata Polo menyusul Kawah Tiwu Nuwa Kooh Fai dan di Kawah Tiwi Ata Mbupu. Hasil korelasi dengan curah hujan menunjukkan bahwa perpubahan warna air kawah sering terjadi pada waktu m…
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya antara 50 - 700 m di atas kawah, relatif sama dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik-dalam meningkat jumlahnya dibanding minggu lalu. Sedangkan tremor sudah tidak terekam lagi sejak tanggal 30 Januari. Berdasarkan data visual sampai dengan tanggal 4 Februari, kegiatan letusan G.Inelika cenderung menurun.
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya natra 100 - 500 m di atas kawah, menurun dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik dan tremor masih terekam oleh seismograf. Jumlah gempa vulkanik relatif sama dengan minggu lalu. Begitu pula amplituda tremor relatif sama yaitu antara 0,3 - 1,2 mm. Sedangkan gempa tektonik agak meningkat.
G. Inelika terletak di Kabupaten Ngada, Flores Tengah dengan Tinggi puncak G. Inelika 1559 m di atas muka laut. Satu-satunya letusan yang diketahui dalam sejarah yaitu terjadi dalam Nopember 1905. Letusan berlangsung selama 5 jam. letusan bersifat esplosif. Daerah yang langsung ditimpa oleh bahan lepasnnya adalah 106800 m2. Dalam kondisi normal tidak terlihat kepulan asap solfatara di kawahnya.
G. Ebulolo terletak di Flores Tengah, di Kabupaten Ngada, Kecamatan Bowae dan Maupongo. Sepanjang, kegiatannya G. Ebulobo tercatat sudah berulang kali mengadakan erupsi. Letusan besar pertama kali yang tercatat adalah pada th. 1830 yang mengakibatkan terbentuknya lava hitam Watu Kelli, sebelah utara G. Ebulobo. Periode letusa G. Ebulobo sangat bervariasi dengan selang letusan terpanjang adalah …
Sejak tanggal 20 September 2010 pukul 16.00 WIT status G. Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada, sehubungan dengan terjadi peningkatan kegiatan secara seismik. Peningkatan kegiatan terus berlanjut sehingga pada tanggal 21 Oktober 2010 status dinaikkan menjadi Siaga, dan pada tanggal 25 Oktober 2010 status kegiatan G. Merapi dinyatakan awas.
Sejak tanggal 20 September 2010 pukul 16.00 WIT status G. Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada, sehubungan dengan terjadi peningkatan kegiatan secara seismik. Peningkatan kegiatan terus berlanjut sehingga pada tanggal 21 Oktober 2010 status dianaikkan menjadi Siaga, dan pada tanggal 25 Oktober 2010 status kegiatan G. Merapi dinyatakan awas.
Hasil survei Global Positioning System (GPS) tahun 2004-2009 di G. Kelud menunjukkan pergesaran vertikal dan horisontal. Seacara vertikal terjadi pergeseran naik pada semua titik ukur, dan pola pergeseran horisontal berarah ke luar dari kawah (kubah). Estimasi posisi sumber tekanan menunjukkan bahwa sumber tekanan berada di bawah kawah (kubah) pada kedalaman 2000 m di bawah permukaan laut.
Gunung Ijen merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan Ijen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu kerucut gunungapi dari 22 buah kerucut gunungapi yang muncul setelah terbentuknya Kaldera Ijen. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah hanya letusan-letusan freatik yang bersumber dari kawah sekarang.
Gunung Ijen merupakan salah satu gunungapi aktif Tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan Ijen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu kerucut gunungapi dari 22 buah kerucut gunungapi yang muncul setelah terbentuknya Kaldera Ijen. G. Ijen masuk kedalam wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.