Menurut SPPD No.1149 s/d 1153/0441/3402/1992, dari tanggal 2 s/d 16 Desember dilakukan pengukuran cara ungnkit kering G.Tangkuban Parahu, pengukuran konstante di St. Bunderan, pembuatan pelindung Bensmark di St. Kawah Ratu dan pembuatan sebuah Bensmark tambahan di St. Bunderan
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
G.Kelut terletak di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian + 1713m diatas permukaan laut. Aktivitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sejak tahun 1900 waktu istirahat berselang antara 15 - 32 tahun. Sejak tahun 1000 - sekarang terjadi 31 kali letusan dimana pada tahun 1920 terjadi pembentukan sumbat lava.
Dengan SPPD nomor 1108/0441/3402/90, tertanggal 8 Oktober L.Djoharman Bsc, Ir. Pudjo Asmoro MSc, Nanang Rahardja dan pengemudi Kosim Alsukar dengan kendaraan dinas Toyota D.7774 V, ditugaskan ke Gunung Lamongan, Kabupaten Lumajang - Jawa Timur selama 20 hari tanggal 8/10 s/d 27/10 - 1990 untuk melakukan pengukuran deformasi di sekitar lereng bagian barat guna mengetahui tingkat keaktifan Gunung…
Berdasarkan laporan bulanan Subdit Pengamatan Gunung Api bulan April 1991, kegempaan Gunung Gede di Jawa Barat sejak akhir Februari 1991 menunjukkan peningkatan. Jumlah gempa sebelumnya kurang dari 5 kejadian/hari menjadi 4 -10 kejadian di akhir bulan Februari dan mencapai puncaknya tanggal 30 April 1991, berjumlah lebih 380 kali kejadian (gempa vulkanik dangkal + dalam).
Dengan surat Perintah Perjalanan Dinas No. 739/0441/3402/90, tanggal 27 Juli 1990, Komar R., Sobana R., Achmid, pengemudi Kosim dan penulis ditugaskan ke Gunung Gede dari tanggal 30 Juli - 13 Agustus 1990 Survei pencarian lokasi Stasiun De Formasi Metode Ungkit/Tilting di sekitar Gunung Gede Jawa Barat dengan kendaraan Toyota.
Dengan surat perintah kepala direktorat geologi No.181/S/1966 tertanggal 28 April 1966, penulis ditugaskan untuk mengadakan survey ke G. Kelut setelah terjadinya letusan dasyat dan tiba-tiba pada tanggal 26 April 1966, jam 20.15 WIB.
Skripsi ini ditulis beradasarkan pekerjaan lapangan disekitar daerah bahaya lahar dingin disebelah tangara dari G. Semeru. Gunung ini mempunyai tipe vulkaan dan merupakan puncak tertinggi diseluruh pulau Jawa.
Sehubungan dengan peningkatan kegempaan G.T.Parahu pada akhir bulan September 1992, maka tim deformasi terdiri Ir.Pudjo Asmoro M.Sc.,Nanang Rahardja dan penulis, menggunakan kendaraan Colt D.3511 W dengan pengemudi Rachmat ditugaskan ke G.T.Parahu menurutb Sppd. No. 844 s/d 847/0441/3402/92 dari tanggal 26/9 4/10 - 1992, untuk pengkuran deformasi cara ungkit kering til-ting), pengukuran konstan…
Dengan surat Perintah Perjalanan Dinas dari Pemimpin Proyek Peningkatan Geologi dan Sumberdaya Mineral No.67/0441/3102/89 tanggal 14 Juni 1989, penulis beserta Sdr. L. Djoharman, B.Sc Sår. Sobana dan Sdr. Kosim Al. Sukar sebagai pengemudi D-3511 ditugaskan ke G. Guntur untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metode dry tilt guna memperoleh harga dasar dari peng ukuran awal ini.