G. Lokon merupakan salah satu gunungai aktif diantara lima gunungapi aktif yang ada di Minahasa. Dalam klasifikasi gunungapi katif di Indonesia umumnya disebut G. Lokon-Empung, hal ini disebabkan oleh adanya dua puncak gunung yang menonjol pada jarak 2,5 km yaitu anatra puncak G. Lokon dan G. Empung. Aktivitas vulkanik G. Lokon terjadi pada pelana yang menghubungkan antara puncak G. Lokon dan G…
Sub Direktorat analisa Gunung Api, berdasarkan pasal 404 keputusan menteri pertambangan dan energi Nomor 1892/KPTS/M/Pertambangan/1984, mempunyai fungsi: - Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa Tengah - Melakukan penyelidikan Vulkano-Fisika - Melakukan penyelidikan Petrokimia, gas dan uap panas bumi. dst
Sejak erupsi terakhir G. Tambora tahun 1815 dan dalam perioda waktu tahun 1847-1913 bahkan hingga saat ini masih belum banyak tersedia data-data yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dari hasil penyelidikan G. Tambora. Oleh karenanya penyelidikan terpadu G. Tambora dalam perioda munculnya aktivitas vulkanik, terutama kegempaan, akan menjadi data dasar awal untuk penyelidikan berikutnya.
Gunungapi Sangeangapi merupakan gunungapi aktif dengan karakter arupsinya bersifat eksplosif. Aktivitas vulkanik berupa solfatara/fumarol dan air panas dijumpai di puncak sekitar G. Sangeangpi. Kawah G. Sangeangapi terdiri dari empat kawah utama dan dua kawah tambahan di sekitar G. Sangeangpi. Struktur sesar turun, dengan jurus sesar hampir barat-timur dijumpai di sebealh utara dan selatan punc…
Gunungapi Ijen (G. Ijen) atau lebih dikenal dengan Kawah Ijen (G. Ijen) di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso-Jawa Timur merupakan gunungapi aktif yang danau kawah puncaknya sudah dikenal didunia baik itu sebagai daerah tempat wisata, dan daerah tempat tambang belerang. Danau air Gunungapi ljen ber pH sangat asam (~ 0,2) dengan volume air danau mencapai 36 juta m³ sehingga G. Ijen me…
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pada November 2010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).
Gunungapi Raung (nama lain: Rawon) merupakan salah satu gunungapi aktif di Provinsi Jawa Timur, berbentu kerucut terpancung yang muncul di lereng barat Komplek Kaldera Ijen, dengan ketinggian puncak mencapaii 3328 m cpl. Gunungapi Raung merupakan gunungapi srato berkaldera, dengan kawah utama Kaldera Raung serta kawah lainnya.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantaranya : kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatatan diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada erupsi tahun 1772 longsor dan awan panas terjadi menyebabkan 2951 orang menjadi korban. PAda erupsi terakhir tahun 2002, terjadi 3 episode erupsi.
Berdasarkan letusan sebelumnya karakter letusan G. Galunggung adalah letusan yang sangat dahsyat (berlangsung secara singkat atau lama) yang diakhir erupsi kubah lava (1918) dan pembentukan kerucut sinder serta leleran lava (1983). Untuk mengetahui produk letusan yang lebih tua lagi berdasarkan peta geologi. G. Galunggung.
Dalam rangka mengantisipasi dan memprediksi kemungkinan terjadinya letusan. maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terutama semenjak dekade 1980 melakukan pemantauan dan penyelidikan yang seksama dengan melibatkan berbagai metoda seperti seismik, geokimia, deformasi dan metoda geofisika lainnya.