Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantarany: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan Kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa vulkanik kendati tidak diakhir dengan terjadi letusan.
Kompleks G. Bromo - Tengger terdiri dari dua buah kaldera yang saling tumpah tindih. Sebagian area kaldera tua hilang akibat pemunculan kaldera yang lebih muda. Dasar kaldera ini memiliki ketinggian lebih kurang 2100 m di atas permukaan laut dan sebagian besar tertutup oleh endapan pasir lepas. Tinggi dari tebing kaldera ini l. 150 -1500 m dari lautan pasir.
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982-1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat atau kubah lava. Produk letusan berupa hujan abu, lumpur, awan pana, dan aliran piroklastik.
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strtao yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayan, G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982 - 1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat atau kubal lava.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatat diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada Erupi tahun 1772 longsor dan awanpanas terjadi yang menyebabkan 2951 orang menjadi korban.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik.
Gunungapi Kelud di Jawa Timur terakhir meletus secara efusif pada November 2007. Produksi dari erupsi efusif ini adalah kubah lava yang tumbuh di dalam Kawah G. Kelud. Pada pertengahan bulan Januari 2014 peningkatan aktivitas berupa peningkatan kegempaan mulai teramati dan semakin intensif, sehingga status aktivitas G. Kelud dinaikkan dari Normal menjadi Waspada pada tanggal 2 Februari 2014.
Pasca peningkatan vulkanik di tahun 2005, G. Tangkubanparahu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas di bulan Agustus 2012 hingga stsatus dinaikkan menjadi Level II (Waspada) walaupun peningkatan tersebut hanya bertahan 1 bulan dimana status aktivitas diturunkan menjadi Normal (Level I). Peningkatan muncul kembali dengan terjadinya letusan freatik.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, G. Papandayan memiliki karakteristik erupsi freatik dan freato-magmatik. Setalh erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan masih berfluktuasi. Setelah erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan menjadi level II (waspada) sejak tahun 2008 ketika terjadi peningkatan kegempaan.
G. Tangkubanparahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat ibukota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. TangkubanParahu terdapat 9 buah Kawah yaitu: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Kawah Panguyangan Badak.