Gunungapi Guntur dengan tinggi puncak 2249 m diatas muka air laut rata-rata di kawah puncaknya memiliki kerucut-kerucut yang merupakan titik-titik erupsi masa lalu. Setelah erupsi terakhir pada tahun 1840 - 1847, berupa aliran lava dan lontaran piroklastik, G. Guntur sudah 166 tahun belum mengalami erupsi lagi. Pada tanggal 2 April 2013, status kegiatan G. Guntur dinaikkan dari Level I (Normal)…
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas. kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Beberapa kali terjadi krisis kegempaan di G. Papandayan, tetapi tanpa diikuti dengan letusan. Dalam beberapa ksusu peningkatan kegempaan dipicu oleh aktivitas tektonik.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato. Aktivitas vulkanik G. papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik kendati tidak diakhiri dengan terjadi letusan. Peningkatan aktivitas G. papandayan, hingga status dinaikkan menjadi Level siaga pada bulan mei 2013.
Gunungapi Bromo secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggi, Provinsi Jawa Timur. Pada November 1010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikkan dari waspada menjadi siaga. Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada 23 November 2010 dinaikkan lagi dari siaga menjadi awas.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantarany: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan Kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa vulkanik kendati tidak diakhir dengan terjadi letusan.
Kompleks G. Bromo - Tengger terdiri dari dua buah kaldera yang saling tumpah tindih. Sebagian area kaldera tua hilang akibat pemunculan kaldera yang lebih muda. Dasar kaldera ini memiliki ketinggian lebih kurang 2100 m di atas permukaan laut dan sebagian besar tertutup oleh endapan pasir lepas. Tinggi dari tebing kaldera ini l. 150 -1500 m dari lautan pasir.
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982-1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat atau kubah lava. Produk letusan berupa hujan abu, lumpur, awan pana, dan aliran piroklastik.
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strtao yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayan, G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982 - 1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat atau kubal lava.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatat diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada Erupi tahun 1772 longsor dan awanpanas terjadi yang menyebabkan 2951 orang menjadi korban.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik.