Kami menyajikan pengukuran pertama emisi SO2 di Gunung Semeru, Indonesia, menggunakan kamera SO2. Aktivitas Semeru dicirikan oleh "degassing" yang diselingi dengan erupsi yang singkat, dengan beban abu yang rendah. Interval antar erupsi terukur 32,1 kurang lebih 15,7 menit dari hasil survei "webcam" antara bulan Juni dan Desember 2013.
Penelitian unsur utama dan unsur jarang (REE) produk erupsi Merapi 2010 baru dilakukan. Beberapa sampel diambil dari sekitar puncak Merapi telah dianalisis. Kandungan SiO2 dan K2O berturut-turut berkisar antara 55,2 sampai 60,3 wt% dan 1,99 sampai 2,99% berat. Kenaikan kadar silika dan potassium yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan perbedaan komposisi magma bila dibandingkan data geo…
Diantara gunungapi aktif di Indonesia yang terkenal dengan sebutan gunungapi yang tidak pernah istirahat atau selalu menampakkan aktivitas letusannya, yaitu G. Semeru selalu menunjukkan aktivitas letuan abu rata-rata setiap 20-30 menit. Gunungapi yang memiliki tipe strato ini secara adminsitrasi berada pada wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Setelah peningkatan aktivitas yang cukup signifikan pada tanggal 16 Oktober 2007, puncak krisis terjadi pada tanggal 3 Nopember 2007, dengan terekam gempay yang amplituda-nya tersaturasi selama 70 menit. Pada tanggal 4 Nopember 2007, taramati munculnya kubah lava di tengah danau kawah, yang menandakan fase letusan G, Kelud telah terjadi dan bersifat efusif.
Dalam sejarah kegiatan letusan G. Kelud, pernah beberapa kali memporak-porandakan ratusan desa/kampung berikut lahan pertanian dan membawa korban ribuan manusia. Letusan yang terjadi pada bulan Februari 1990 berupa letusan freatik dengan korman 24 orang meninggal akibat sakit dan tertimpa atap rumah. Setelah status kegiatnnya dinaikan dari Aktif Normal (Level 1) menjadi Waspana (Level 2).
Gunung Semeru termasuk salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini dapat dikatakan gunungapi yang tidak pernah istirahat, karena selalu menampakkan aktivitas letusannya, berupa letusan abu yang rata-rata terjadi setiap 20 - 30 menit. Produk letusan G. Semeru berupa awan panas yang terjadi sepanjang tahun 2003 hingga 2007 umumnya mengarah ke Besuk Bang dan Besuk Kembar dengan j…
Gunung Salak merupakan gunungapi tipe A dan secara administratif masuk dalam wilayah tingkat II Sukabumi dan Bogor. Gunung ini termasuk dalam tipe Strato dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapat piroklastik. Gunung Salak mempunyai dua buah dinding kawah berbentu tapal kuda yang mengarah ke barat daya dan utara-timur laut.
Setelah relatif tenang berada pada status aktif normal sejak erupsi terakhir pada Februari 2001 aktivitas Merapi menggeliat lagi pada tahun 2005. Krisis vulkanik 2006 dimulai pada tahun 2005 dengan adanya kemunculan gempa-gempa vulkanik yang menandai kenaikan magma dari kedalaman. Berbagai metodologi diterapkan untuk memperoleh gambaran aktivitas vulkanik yang lebih jelas.
G. Lamongan memiliki suatu kekhususan dibanding dengan gunungapi lainnya. Di G. Lamongan terdapat banyak bekas aktifitas erupsi berbentu bukit-bukit kecil dan terdapat 24 ranu-ranu. Aktivitas kegiatan gunungapi ini diamati secara terus menerus oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di G. Meja Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa …
Gunung Guntur adalah gunungapi aktif tipe-A secara administratif terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Merupakan gunungapi yang berdiri sendiri sebagai sebuah kerucut tunggal, tetapi terdiri dari banyak kerucut yang membentuk kelompok besar. G. Masigit merupakan puncak tertinggi pada kelompok gunungapi ini, yaitu 2240 m dari muka laut atau 1550 dari dataran Garut. Kegiatan letusannya tercata…