G. Tambora adalah merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang termask dalam pemantauan Seksi Bali dan Nusa Tenggara, terletak di P. Sumbawa bagian Utara di wilayah Kabupaten Dompu. G. Tambora adalah salah satu gunungapi di dunia yang terkenal dengan sejarah letusannya yang dahsyat terjadi pada tahun 1815, dimana telah menimbulkan korban jiwa sebanyak lk.92.00 orang.
Instalasi dan perbaikan peralatan pantau berupa Seismograf RTS Digital dan Seismograf RTS Analog di G. Iya dan G. Egon telah selesai dan berjalan lancar sesuai dengan waktu dan program yang direncanakan. Kedua jenis seismograf tersebut diatas bisa beroperasi dengan baik dan dapat mereka gempa vulkanik dan tektonik dengan baik. Gunungapi Iya adalah salah satu gunungapi aktif tipe A di Indonesia …
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
Dalam rangka meningkatkan peranan pos-pos pengamatan gunungapi (pos PGA) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara baik dari sumber daya manusia maupun teknologinya maka dibentuklah Pos PGA Agung di Rendang, Karangasem-Bali sebagai "Bali Regional Centre" (BRC). BRC ini sampai saat ini mempunyai tugas memantau secara terintegrasi Gunungapi Batur dan Gunungapi Agung.
G. Rokatenda termasuk gunungapi aktif tipe A, dengan catatan letusan sebanyak 8 kejadian sejak tahun 1928. Periode istirahat G. Rokatenda bervariasi antara 1 hingga 35 tahun. Letusan yang banyak menimbulkan korban jiwa terjadi pada tahun 1928, yaitu sebanyak 266 orang meninggal dunia. Dari hasil penelitian geologi foto disimpulkan bahwa periode kegiatan G. Rokatenda dibagi dalam 4 tahap, dimana…
Maksud uji coba dan pengamatan seismik adalah untuk lebih mengetahui pengetahuan tentang sistem kerja alat secara maupun perbaikan merata serta terutama bagi teknisi baik operasional, proses komputerisasi data, dan bila memungkinka dimaksudkan untuk mengetahui keadaan seismitivitas daerah G.Batur. Tujuan yang diharapkan dapat digunakan secara maksimal baik hardware maupun softwarenya dan menemu…
G. Rinjani terdapat di P. Lombok bagian utara, termasuk Propinsi Nusa Tenggara Barat, mencakup 3 Kabupaten yaitu Kab. Lombok Timur, Kab. Lomboh Tengah dan Kab. Lombok Barat. Puncak G. Rinjani memiliki ketinggian 3725 m diatas permukaan laut. Mempunyai kaladera berukuran 4800 m x 3500 m dimana didalamnya terdapat danau berukuran 2800 x 2400 m. Di sebelah timur danau terdapat kerucut muda G. Baru…
Keberadaan gunungapi aktif di Indonesia kegiatannya selalu dipantau secara terus menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan gunungapi menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ada beberapa gunungapi ditambah dengan menggunakan sistim ARGOD (satelit) dengan metoda kegempaan atau deformasi, diantaranya adalah G. Iya.
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di Pulau Flores, terdapat di Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tinggi puncaknya 1559 m diatas muka laut, letaknya sekitar 5 km sebelah utara Kota Bajawa ke arah Soa. Berdasarkan catatan sejarah, satu-satunya letusan yang terjadi pada Novemver 1905, letusan berlangsung 5 jam, sifat letusannya …