Pekerjaan ini merupakan lanjutan dari rencana Seksi Penelitian Gunungapi dalam PELITA I tahun ketiga untuk mengadakan penelitian puncak dan penelitian daerah bahaya gunung-gunungapi di Nusatenggara Timur. Penulis bersama dua orang juru ukur dan dua orang pengamat mendapat tugas didaerah Flores Timur, dimana dalam waktu kurang lebih 3 bulan diinstruksikan untuk mengadakan penelitian gunung - gun…
Dalam pelaksanaan rencana kerja Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi triwulan I tahun 1975/1976 Sdr. Tumpal Situmorang dan Sdr. Sajiman bersama penulis ditugaskan ke G. Hobal dan G. Ili Werung di P. Lomblem, untuk mengadakan penelitian gunung - gunung tersebut. Pekerjaan ini dilakukan sehubungan dengan pemunculan gunungapi baru di dekat G.Ili Werung sejak bulan Desember 1973 dan kegiatannya …
Pemeriksaan terhadap G. Ili Boleng dilaksanakan sehubungan dengan laporan Sdr. M. A. Da Silva, seorang petugas dari Seksi Pengawasan Gunungapi di Ende (Flores). Laporan itu ditujukan kepada Pemerintah Daerah Setempat, mengenai letusan G. Ili Boleng pada tanggal 13 Juni 1975 yang lebih dahsyat jika dibandingkan dengan letusan yang pernah terjadi pada tanggal 21 dan 31 maret 1975.
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja Bagian Proyek Penelitian dan Pemetaan Gunungapi, Triwulan II tahun 1976/1977, penulis ditugaskan ke 0. Rokatenda, P. Palue (Flores) untuk melakukan pemeriksaan dan pemetaan G. Rokatenda dan sekitarnya. Hal ini mengingat sejak permulaan PELITA ta-hun 1969/1970 Bagian Proyek PETAPI belum pernah melakukan pemeriksaan ter-hadap gunung tersebut.
Dalam rangka palaksanaan rencana kerja Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi triwulan I tahun 1975/1976 Sdr. Sajiman bersa-ma penulis ditugaskan ke G. Ili Boleng (+1659 m) di P. Adonara, untuk mengadakan penelitian gunung ini. Pekerjaan ini dilaksanakan juga sehubungan dengan telegram Sdr. Bupati K.D.H. Tk. II Flores Timur, karena peningkatan kegiatan gunungapi tersebut sejak bulan Nopember 1…
Sesuai dengan rentjana semula, setelah Pemetaan Daerah Bahaja Senentara dan Pengukuran puntjak Gn. Tengkoke hampir selesai seluruhnja, maka pada tal. 19/2- 71 malam berangkatlah Begu Pemetaan Daerah Bahaja Sulut-Malut dengan kapal Tamponas ke Terma-te. Sesudah beberapa hari di Ternate, dengan bantuan Bupati Kepala Daerah jang sangat menaruh perhatian terhadap rombongan, berangkatlah llegu Penel…
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Kerinci, dan G. Sorik MErapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.
Peta daerah bahaya ditentukan berdasarkan penelitian lapangan laporan- laporan sebelumnya. Naskah referat Gunung Sorik Marapi oleh Adnawidjaja yang telah selesai dibuat pada tanggal 14 September 1970 telah memperkirakan batas - batas daerah bahayanya, berdasarkan peta topografi dan tiga laporan sebelumnya.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Talang, G. Kerincing, dan G. Sorik Merapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.