Gunungapi Arjuno-Welirang menurut Neuman Van Padang (1951) diklasifikasikan sebagai gunungapi type B, namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, menurut Hadikusumo tahun 1957 memasukkannya kedalam klasifikasi type A. Sedangkan Kusumahdinata (1979) dalam buku Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi type A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunungapi Arjuna-Welirang termasuk ke dalam 3 wilayah kabupaten yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dengan luas daerah sekitar 670 km persegi. Berdasarkan catatan sejarah gunungapi pernah dua kali mengalami peningkatan yaitu pada tahun 1950 terjadi letusan abu.
Gunungapi Karang adalah salah satu gunungapi strato tipe B yang secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Pandeglang dan Serang, Propinsi Banten. Gunungapi ini mempunyai puncak tertinggi 1778 m diatas permukaan laut, dan merupakan suatu gunungapi dalam tingkat solfatar. Gunungapu Karang merupakan gunungapi semi aktif atau gunung api dalam tingkat solfatar.
G. Galunggung merupakan salah satu gunungapi aktiv tipe A yang ada di Indonesia. Kegiatan vulkaniknya selalu dipantau dari Pos Pengamatan Gunungapi Galunggung di Kampung Sayuran, Desa Padakembang, termasuk kedalam wilayah Kabupaten Singaparna, sekitar 17 km dari Kota Tasikmalaya. G. Galunggung dengan tinggi puncaknya 1.168 m di atas permukaan laut.