Survey Penginderaan Jauh G.Sumbing di Jambi adalah sebagai salah satu kegiatan Seksi Penginderaan jauh dalam proyek Pengamatan /Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1994/1995. Ini adalah survey pendahuluan untuk pemetaan lebih lanjut seperti pemetaan geologi, inventarisasi panasbumi dan lain penelitian yang membutuhkan data dasar.
Untuk mengamati kegempaan G.Marapi digunakan seismograf jenis RTS PS-2 dan seismograf Hosaka sistem kabel. Seismometer kedua alat tersebut dipasang pada ketinggian kurang lebih 1600 dari permukaan laut. Stasiun penerima terletak di Pos PGA Batu Palano dan Pos PGA Bukittinggi.
Secara geografis Gunung Marapi (G. Marapi) terletak pada posisi 0°22′47,72" LS dan 100°28′16,71" BT termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Tinggi puncaknya 2891,3 m dari permukaan laut atau sekitar 2000 m dari dataran kota terdekat Bukittinggi (Gb. 1).
Gunung Dempo adalah gunungapi tertinggi di Sumatera Selatan, termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pagar Alam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografi terletak pada 04° 02′ Lintang Selatan dan 103° 08′ Bujur Timur
A remote sensing system for detecting chlorophyll concentration have been developed by DFVLR in cooperation with LAPAN. During Indonesian Gorman joint experiment on Septomber 1982, and in connection with centenary of nount Krakatau eruption Sunda which are selected trialing the sonsor. Strait is one of test aren along the line from Morak to Krakatau is presented in this paper.
Dalam pelaksanaan lapangan, tim pemeta dibagi tiga sub tim, masing - masing Sub tim 9 mengerjakan lereng bagian selatan - barat laut, meliputi daerah Karangtumaritis, Arjuna, dan Cileuleuy. Sub tim II mengerjakan daerah puncak dan daerah bukaan kawah, meliputi daerah Bayongbong dan sekitarnya. Sedangkan Sub tim III mengerjakan lereng bagian selatan dan timur G.Papandayan, meliputi daerah Wonogi…
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Pemetaan geologi G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Cikuray" berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun "Data Pengamatan Tidak Langsung" serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium".
Maksud dan tujuan Pengukuran Deformasi dengan metoda Sifat Datar Teliti Gunung Tangkuban Parahu adalah menentukan harga beda tinggi antar Bench Mark (BM), dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya perioda Oktober 1998.