Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi bertanggung jawab untuk melakukan pengamatan, pemantauan terhadap 129 gunungapi aktif di Indonesia melalui satu jaringan 68 pos pengamatan gunungapi guna menekan terjadinya jiwa dan harta benda seminimal mungkin. Propinsi Nusatenggara Timur merupakan daerah kepulauan yang paling kaya akan gunungapi aktif.
Gunung Wai sano berada di wilayah kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu gunungapi aktif tipe C dimana aktivitas vulkaniknya tidak diketahui sejak 1600. Evolusi Gunung Wai Sano berhubungan dengan aktivitas tektonik berupa pensesaran berarah timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara, yang di ikuti oleh pengangkatan dan vulkanisma.
Gunungapi Galunggung (G. Galunggung) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, berdiamter 1000 m dengan kedalaman 11 m dan mempunyai volume air lebih kurang 750 m3. Di dalam kawah ini terdapat kerucut sinder setinggi 30 m dari dasar kawah dan kaki kerucut berukuran 250 x 165 meter yang terbentuk selama periode erupsi 1982-1983.
Gunungapi ljen merupakan gunungapi aktif tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan ljen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu dari 22 buah kerucut gunungapi yang tumbuh di bagian baratlaut G. Merapi, di bagian timur rim Kaldera ljen purba, G. Ijen ini merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang dipantau aktivitas vulkaniknya secara kontinyu.
Gunungapi Galunggung (G. Galunggung) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, berdiameter 1000 m dengan kedalaman 11 m dan mempunyai volume air lebih kurang 750 m3. Di dalam kawah ini terdapat kerucut sinder setinggi 30 m dari dasar kawah dan kaki kerucut berukuran 250 x 165 meter yang berbentuk selama periode erupsi 1982-1983.
G. Kelud merupakan gunungapi aktif tipe A bertipe vulkano - plinian. Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Kelud dibagi menjadi tiga (3) wilayah berturut-turut dari tingkat kerawanan tertinggi ke terendah, yaitu: Kawasan Rawan Bencana III (KRB III), Kawasan Rawan Bencana II (KRB II), dan Kawasan Rawan Bencana I (KRB I). KRB III berpotensi tinggi terlanda aliran awan panas berada di sektor utara, selat…
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam 4 (empat) wilayah kabupaten yaitu: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, propinsi Jawa Timur. Kegiatan G. Bromo yang pertama kali tercatat dalam sejarah, terjadi pada tahun 1804.
Sejak tanggal 4 Desember 2015, Gunung Bromo (2329 m dpl) di Jawa Timur aktivitasnya kembali meningkat. Pemantauan visual G. Bromo di Bulan Desember 2015 memperlihatkan hembusan asap abu-abu, kecoklatan hingga putih tipis-tebal, bertekanan lemah--kuat, ketinggian asap anatra 200 - 2000 meter dari atas kawah. Selama bulan Desember 2015 ketinggian kolom asap kawah cenderung bertambah.
Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunung api yang berada di sebelah Baratdaya G. Salak Menurut Van Padang (1951(, G. Perbakti termasuk kedalam kelompok gunungapi tipe C, dimana aktivitas vulkanik saat ini berupa solfatara dan fumarola. Saat ini G. Perbakti telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga Panasbumi.
Gunungapi Tangkuban Parahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. Tangkubanparahu terdapat 9 buah Kawah. Daerah sekitar puncak merupakan kawasan hutan lindung sedangkan di bagian kaki dan lereng terdapat pemukiman penduduk, terutama lereng selatan, timurlaut, dan utara.